Berdoa Dengan Iman Yang Benar

posted in: Sermon | 0

Lukas 18:1-14 | Pdt. Erick Kartawijaya

The Parable of the Persistent Widow (Listen)

18 And he told them a parable to the effect that they ought always to pray and not lose heart. He said, “In a certain city there was a judge who neither feared God nor respected man. And there was a widow in that city who kept coming to him and saying, ‘Give me justice against my adversary.’ For a while he refused, but afterward he said to himself, ‘Though I neither fear God nor respect man, yet because this widow keeps bothering me, I will give her justice, so that she will not beat me down by her continual coming.’” And the Lord said, “Hear what the unrighteous judge says. And will not God give justice to his elect, who cry to him day and night? Will he delay long over them? I tell you, he will give justice to them speedily. Nevertheless, when the Son of Man comes, will he find faith on earth?”

The Pharisee and the Tax Collector (Listen)

He also told this parable to some who trusted in themselves that they were righteous, and treated others with contempt: 10 “Two men went up into the temple to pray, one a Pharisee and the other a tax collector. 11 The Pharisee, standing by himself, prayed thus: ‘God, I thank you that I am not like other men, extortioners, unjust, adulterers, or even like this tax collector. 12 I fast twice a week; I give tithes of all that I get.’ 13 But the tax collector, standing far off, would not even lift up his eyes to heaven, but beat his breast, saying, ‘God, be merciful to me, a sinner!’ 14 I tell you, this man went down to his house justified, rather than the other. For everyone who exalts himself will be humbled, but the one who humbles himself will be exalted.”

Bagaimana kehidupan doa kita sebagai umat Tuhan? Yesus mengingatkan para murid agar selalu dan tak jemu, berdoa dengan iman yang benar melalui dua perumpamaan ini. Dengan iman, pohon masalah akan dapat tersingkirkan (17:6). Apa yang dimaksud ‘berdoa dengan iman yang benar’ itu?

1. Berdoa kepada Allah yang benar
Allah seperti hakim itu, memiliki kuasa/otoritas dan tak wajib membenarkan. Tapi Allah tidak seperti hakim itu (v.2,6), karena Allah mengasihi dan mau membela/membenarkan umatNya tanpa mengulur waktu. Dia tak jemu, bahkan memanggil kita untuk selalu berdoa (v.1). Allah Maha kuasa dan berdaulat atas setiap keputusan dan peristiwa yang terjadi (v.5-6); Allah Maha tahu melihat hati manusia (v.14). Berdoalah kepadaNya.

2. Berdoa dengan pengenalan diri yang benar
Janda itu, tak ada yang membela atau memiliki sesuatu yang dapat mendorong hakim bertindak (v.3). Maka janda itu terus dan tak jemu datang memohon, karena hakim itu harapan satu-satunya. Pemungut cukai juga menyadari bahwa dirinya tak layak, berdosa tapi tak berdaya, karena itu dia dengan segala kerendahan hanya berharap belas kasihan Allah (v.13). Orang Farisi tidak merasa perlu begitu, bahkan dia membanggakan segala kesalehannya agar Allah meninggikannya (v.11-12). Yesus menyatakan bahwa hal itu salah (v.14, Yesaya 64:6). Datanglah ke hadapan Allah dengan hati yang hancur karena dosa-dosa kita (Mazmur 51:7; Yesaya 6:5; 1Timotius 1:15-16). Berdoa dan mohon kepadaNya karena kita tak layak/berdaya.

3. Berdoa untuk kebutuhan yang benar
Janda itu butuh dibela dan dibenarkan karena lawan mengambil haknya. Pemungut cukai butuh pengampunan dan pembenaran, karena dosanya. Kita orang pilihan juga perlu ditolong dan dibenarkan karena dosa dan lawan kita. Yesus menyatakan bahwa Allah akan segera membela dan membenarkan orang-orang pilihan-Nya (v.7). Mereka akan dibenarkan dan dilindungi dari si-jahat. Bersyukurlah atas semua yang ditambahkanNya (Matius 6:33), bukan malah menjadi sombong dan tinggi hati.

Ringkasan kotbah Pdt. Erick Kartawijaya, tgl. 29 September 2019