Draw near to God

posted in: Sermon | 0

Yunus 2:1-10 | Pdt. Paulus Surya

Jonah's Prayer (Listen)

Then Jonah prayed to the LORD his God from the belly of the fish, saying,

  “I called out to the LORD, out of my distress,
    and he answered me;
  out of the belly of Sheol I cried,
    and you heard my voice.
  For you cast me into the deep,
    into the heart of the seas,
    and the flood surrounded me;
  all your waves and your billows
    passed over me.
  Then I said, ‘I am driven away
    from your sight;
  yet I shall again look
    upon your holy temple.’
  The waters closed in over me to take my life;
    the deep surrounded me;
  weeds were wrapped about my head
    at the roots of the mountains.
  I went down to the land
    whose bars closed upon me forever;
  yet you brought up my life from the pit,
    O LORD my God.
  When my life was fainting away,
    I remembered the LORD,
  and my prayer came to you,
    into your holy temple.
  Those who pay regard to vain idols
    forsake their hope of steadfast love.
  But I with the voice of thanksgiving
    will sacrifice to you;
  what I have vowed I will pay.
    Salvation belongs to the LORD!”

10 And the LORD spoke to the fish, and it vomited Jonah out upon the dry land.

Allah seringkali memakai pengalaman-pengalaman hidup yang menyakitkan untuk membuat kita makin dekat denganNya sehingga iman kita bertumbuh. Hal ini dialami oleh Yunus, seorang nabi yang melayani sekitar tahun 785-745SM, yaitu pada zaman raja Yerobeam memerintah kerajaan Israel. Karena ketidak-taatan Yunus, maka Allah mengizinkan ia dilempar ke laut dan berada di dalam perut ikan 3 hari 3 malam. Apa saja respon yang benar terhadap penderitaan hidup yang akan membawa kita makin dekat kepada Tuhan?

Berdoa dan mengingat Firman Tuhan
“Berdoalah Yunus kepada Tuhan, Allahnya, dari dalam perut ikan itu.” (ayat 1). Apa isi doa Yunus? Ayat 2-9 mencatat isi doanya yang hampir semuanya dikutip dari kitab Mazmur. Ini menunjukkan betapa pentingnya kita bukan hanya sekedar membaca Alkitab, tetapi menghayatinya bahkan dihafalkan. Dengan demikian, doa-doa kita akan diwarnai dan berdasarkan Firman Tuhan.

Tetap berharap kepada TUHAN
“Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak dan Kau dengarkan suaraku.” (ayat 2). Di tengah penderitaan yang hebat, Yunus tidak putus pengharapan. Ia justru mengingat dan berharap kepada Tuhan (lihat ayat 3-6). Dalam penderitaan apapun, janganlah pernah putus asa melainkan tetaplah berharap kepada Tuhan (lihat Lukas 7:23).

Siap hidup bagi Tuhan
“Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepadaMu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari Tuhan.” (ayat 9). Di tengah komunikasi dengan Tuhan, Yunus siap untuk hidup bagi Tuhan. Ia mengingat keselamatan dari Tuhan dan mau untuk memenuhi janji-janji yang pernah ia nazarkan kepada Tuhan. Yunus di perut ikan 3 hari 3 malam adalah gambaran Yesus yang mati dan yang bangkit pula. Dalam Kristus, kita dimampukan untuk memberi respon yang benar terhadap penderitaan.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya , 15 September 2019