Self Control

posted in: Sermon | 0

Amsal 25:25-28 | Pdt. Paulus Surya

25   Like cold water to a thirsty soul,
    so is good news from a far country.
26   Like a muddied spring or a polluted fountain
    is a righteous man who gives way before the wicked.
27   It is not good to eat much honey,
    nor is it glorious to seek one's own glory.
28   A man without self-control
    is like a city broken into and left without walls.

“Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.” (ayat 28).

Roboh temboknya menunjuk kepada keadaan tidak aman karena mudah diserang dan dikalahkan musuh. Dalam hidup sehari-hari, ini menunjuk kepada orang yang mudah dikalahkan oleh berbagai hawa nafsu kedagingan.

 Tidak dapat menguasai diri menjadi penyebab banyak kekacauan hidup, seperti amarah yang tidak terkendali, pembalasan dendam, pembunuhan, perzinahan, perjudian, mabuk-mabukan, dsb. Bagaimana kita bisa menguasai diri berdasarkan Amsal ini?

Satisfied with the Good News
“Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.” (ayat 25). Kabar baik di sini bukan hanya dalam konteks hidup sehari-hari (contoh Kejadian 45:25-28), tetapi yang paling penting menunjuk kepada Injil Yesus Kristus sebagai kabar baik (Lukas 2:25-29). Jika melalui pembacaan dan perenungan Firman Tuhan kita dipuaskan oleh kebenaran Injil Kristus, maka kita akan mendapatkan kekuatan untuk menguasai diri.

Having confidence in God’s Words
Bukan hanya kita perlu puas dengan kebenaran Firman, tetapi kita harus memiliki keyakinan yang kuat akan kebenaran Firman. Dengan demikian kita tidak mudah terombang-ambing oleh daya tarik dunia ini dan kehidupan orang-orang fasik di sekitar kita. Jika kita bimbang dengan hidup berdasarkan Firman, kita seperti “mata air yang keruh dan sumber yang kotor” (ayat 26).

Not seeking self glory but God’s glory
Terjemahan yang tepat ayat 27 adalah “tidaklah baik makan banyak madu, juga tidak mulia mencari kemuliaan diri sendiri.” Ayat ini menekankan bahayanya hidup yang egois, sekaligus mengingatkan pentingnya untuk memiliki prinsip hidup memuliakan Tuhan. Hanya dengan berprinsip hidup memuliakan Tuhan, kita akan dapat menguasai diri dari berbagai hawa nafsu duniawi.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 25 Agustus 2019