The Attitudes of the Wise

posted in: Sermon | 0

Amsal 24:10-12 | Pdt. Paulus Surya

10   If you faint in the day of adversity,
    your strength is small.
11   Rescue those who are being taken away to death;
    hold back those who are stumbling to the slaughter.
12   If you say, “Behold, we did not know this,”
    does not he who weighs the heart perceive it?
  Does not he who keeps watch over your soul know it,
    and will he not repay man according to his work?

Amsal 24:10-12 merupakan kata-kata hikmat ke 25 dari 30 kumpulan kata-kata hikmat yang tertulis dalam Amsal 22:17-24:22. Bagian ini pada dasarnya mengajarkan bahwa seseorang berhikmat atau tidak akan terlihat dari sikap-sikapnya dalam kehidupan ini. Terhadap hal apa saja?

Sikap terhadap kesusahan hidup
“Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.” (ayat 10). Orang yang tidak berhikmat adalah orang yang akan menjadi tawar hati saat ada kesusahan hidup menimpa dirinya. Tawar hati di sini mencakup hidup yang bersungut-sungut, menyalahkan orang lain atau lingkungan, dan cenderung untuk menyerah. Hanya dengan fokus dan bersandar pada Sang Hikmat, maka kita akan bisa kuat dalam menghadapi berbagai persoalan hidup (lihat Ibrani 12:2-3).

Sikap terhadap yang terhilang
“Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemancungan.” (ayat 11). Sikap orang berhikmat adalah peduli/tidak cuek terhadap yang terhilang. Siapa yang dimaksud di sini? Yaitu orang hidup dalam kebodohan (contohnya Amsal 7:22) dan juga menunjuk pada mereka yang tidak percaya kepada Yesus.

Sikap terhadap Tuhan yang Mahatahu
“Kalau engkau berkata: Sungguh kami tidak tahu hal itu! Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya? Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya, dan membalas manusia menurut perbuatannya?” (ayat 12). Orang bodoh tahu bahwa Allah Mahatahu tetapi tidak peduli akan kebenaran ini. Sedangkan orang bijak akan menganggapnya penting dan serius sehingga mempertimbangkan Tuhan yang menguji hati kita dalam melayani Tuhan, menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang, dan dalam menjalani hidup sehari-hari.
Sikap yang mana yang kita miliki? Buanglah sikap orang bodoh dan hidupilah sikap orang berhikmat.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 18 Agustus 2019

Leave a Reply