Modern Day Idolatry

posted in: Sermon | 0

Keluaran 20:3 & Yosua 24:14-16 | Ev. Bedjo Lie

“You shall have no other gods before me.

Choose Whom You Will Serve (Listen)

14 “Now therefore fear the LORD and serve him in sincerity and in faithfulness. Put away the gods that your fathers served beyond the River and in Egypt, and serve the LORD. 15 And if it is evil in your eyes to serve the LORD, choose this day whom you will serve, whether the gods your fathers served in the region beyond the River, or the gods of the Amorites in whose land you dwell. But as for me and my house, we will serve the LORD.”

16 Then the people answered, “Far be it from us that we should forsake the LORD to serve other gods,

Firman Tuhan mengajarkan bahwa sebagai orang yang telah diselamatkan, kita harus menyembah Tuhan dan menjauhkan diri dari semua berhala.

Esensi dari berhala bukanlah patung atau dewa-dewi, melainkan segala sesuatu yang menempati tempat terutama di dalam hati dan hidup kita.

Pada masa kini, berhala dapat berupa uang, seks, keluarga, prestasi, posisi, popularitas, pacar, dll. Di balik semua itu, secara mendasar ada 4“berhala akar” (root idols), yaitu: kuasa, pengakuan, kenyamanan, dan kontrol. Firman Tuhan dalam Yosua 24:14-16 mengajar kita untuk menyembah Tuhan dan menjauhkan diri dari 3 berhala berikut:

allah nenek moyang (Yosua 24:14)
Yosua menantang bangsa Israel untuk menjauhkan diri dari allah nenek moyang dan menyembah TUHAN yang telah menyelamatkan mereka dari perbudakan Mesir menuju tanah perjanjian. Allah nenek moyang Israel mewakili apa yang disembah oleh orang tua dan generasi sebelum kita. Kita harus meninggalkan ilah-ilah nenek moyang dan hanya menyembah kepada Tuhan Yesus Kristus.

allah masa lalu (Yosua 24:14b)
Allah Mesir mewakili berhala masa lalu. Bagi kita, ini menunjuk pada apa yang kita cintai dan sembah di masa lalu sebelum kita diselamatkan. Melalui anugerah Tuhan, kita harus meninggalkan kehidupan lama yang tidak berpadanan dengan injil.

allah sekitar kita (Yosua 24:15)
Orang Israel pada jaman Yosua dapat dipengaruhi untuk menyembah berhala orang Amori yang berada di sekitar mereka. Orang Kristen juga seringkali terpikat dengan berhala popular di sekitar mereka. Di Australia, contohnya adalah berhala kenyamanan hidup.

Bagi kita yang sudah di dalam Kristus, kita dimampukan untuk bertumbuh serupa Kristus yang meninggalkan “kenyamanan” hidup, Dia datang ke dunia menyelamatkan kita.

Ringkasan kotbah Ev. Bedjo Lie, 11 Agustus 2019