Jadi Pemenang Pada Akhir Zaman

posted in: Sermon | 0

Roma 8:35-39 | Pdt. William Ho

35 Who shall separate us from the love of Christ? Shall tribulation, or distress, or persecution, or famine, or nakedness, or danger, or sword? 36 As it is written,

  “For your sake we are being killed all the day long;
    we are regarded as sheep to be slaughtered.”

37 No, in all these things we are more than conquerors through him who loved us. 38 For I am sure that neither death nor life, nor angels nor rulers, nor things present nor things to come, nor powers, 39 nor height nor depth, nor anything else in all creation, will be able to separate us from the love of God in Christ Jesus our Lord.

Mendekati akhir zaman, hidup ini makin sulit, penuh dengan tantangan termasuk bagi orang-orang percaya (bandingkan dengan Lukas 21:25-27 & 2 Tesalonika 2:4). Dalam kondisi seperti ini, sebagai orang percaya kita tetap dapat dan seharusnya memang menjadi pemenang. Bagaimana caranya?

Memiliki iman yang benar (Roma 8:1)
Pada saat kita percaya kepada Yesus, maka keselamatan dijamin menjadi milik kita. Tidak ada lagi penghukuman bagi yang percaya kepada Kristus. Di luar Kristus, semua orang pasti akan mengalami penghukuman. Sudahkah kita benar-benar memiliki iman yang benar?

Tidak meragukan kasih Tuhan (Roma 8:28, 32)
Sebagai orang beriman, apapun yang terjadi dalam hidup kita, Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Kebenaran ini ditegaskan di ayat 32, yaitu bahwa Tuhan sudah memberikan pemberian yang terbesar: keselamatan dalam Kristus, maka pasti Ia akan memberikan hal yang baik kepada kita menurut kebijaksaanNya.

Hidup dalam Roh Kudus
Dalam Roma 8, muncul sekitar 20 kali sebutan “Roh Kudus”. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran Roh Kudus dalam hidup orang percaya. Hanya dengan dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita akan dapat menjalani hidup yang berkemenangan.

Memiliki pengharapan yang pasti dalam Tuhan
Dalam Tuhan, kita pasti akan mendapatkan kemuliaan surga suatu hari kelak. Jika kita mewujudkan iman kita dalam hidup sehari-hari dengan setia, maka sebelum kita memasuki hidup kekal di surga, kita akan mendengar Tuhan berkata, “Engkau hambaKu yang baik dan setia.” Istilah “yang baik” menunjuk kepada kehidupan yang bermoral dan taat pada Firman. Sedangkan istilah “setia” menunjuk kepada menjalani kehidupan pelayanan yang setia kepada Tuhan sampai pada akhirnya.

Ringkasan kotbah Pdt. William Ho, 28 Juli 2019

Leave a Reply