Pay Attention To God’s Warnings

posted in: Sermon | 0

Amsal 23:17-23 | Pdt. Paulus Surya

17   Let not your heart envy sinners,
    but continue in the fear of the LORD all the day.
18   Surely there is a future,
    and your hope will not be cut off.
19   Hear, my son, and be wise,
    and direct your heart in the way.
20   Be not among drunkards
    or among gluttonous eaters of meat,
21   for the drunkard and the glutton will come to poverty,
    and slumber will clothe them with rags.
22   Listen to your father who gave you life,
    and do not despise your mother when she is old.
23   Buy truth, and do not sell it;
    buy wisdom, instruction, and understanding.

Bagian ini mengajarkan bahwa hidup yang berhikmat adalah hidup yang memberi perhatian/respon yang benar terhadap peringatan-peringatan Firman Tuhan. Sedikitnya ada 3 peringatan Tuhan yang dimulai dengan kata-kata “Janganlah”.

Do not be envious of sinners
“Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan Tuhan senantiasa.” (ayat 17). Iri hati kepada orang-orang yang berbuat dosa bisa terjadi pada orang-orang percaya, misalnya seperti apa yang dialami oleh Asaf, penulis Mazmur 73. Tatkala kita melihat orang fasik bertambah kaya, sehat dan bertambah gemuk, seringkali bisa membuat kita iri. Tetapi Firman Tuhan mengingatkan supaya “iri hati” kita seharusnya kita tujukan kepada orang-orang yang takut akan Tuhan, yaitu orang-orang yang hidup menghargai keselamatan dalam Kristus (lihat 1 Petrus 1:17-18).

Do not ruin your own health
“Janganlah engkau ada di antara peminum anggur dan pelahap daging.” (ayat 20). Istilah “ada di antara” berarti bukan sekedar hadir saja, tapi ikut berpartisipasi meminum anggur bahkan sampai mabuk dan melahap dengan rakus makanan yang membuat kita tidak sehat. Kesehatan jasmani adalah bagian dari pertanggungjawaban iman kita. Mari kita bukan hanya menjaga kesehatan rohani kita, tetapi juga kesehatan jasmani dalam konteks mensyukuri anugerah keselamatan dalam Kristus.

Do not despise your parents
“Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua.” (ayat 22). Perintah Firman Tuhan agar kita menghormati orang tua kita merupakan ajaran baik di Perjanjian Lama (Keluaran 20:12) maupun di Perjanjian Baru (Efesus 6:1). Rahasia sukses orang-orang yang sukses di dunia sekuler seringkali adalah karena menghormati orang tuanya. Kita sebagai orang percaya juga perlu menghormati orang tua, tapi dengan motivasi yang berbeda, yaitu karena keselamatan dari Tuhan.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 4 Agustus 2019

Leave a Reply