Pay Attention To The Word

posted in: Sermon | 0

Amsal 22:17-21 | Pdt. Paulus Surya

Words of the Wise (Listen)

17   Incline your ear, and hear the words of the wise,
    and apply your heart to my knowledge,
18   for it will be pleasant if you keep them within you,
    if all of them are ready on your lips.
19   That your trust may be in the LORD,
    I have made them known to you today, even to you.
20   Have I not written for you thirty sayings
    of counsel and knowledge,
21   to make you know what is right and true,
    that you may give a true answer to those who sent you?

“Pasanglah telingamu dan dengarkanlah amsal-amsal orang bijak.” (ayat 17). Yang dimaksud dengan “amsal-amsal” secara konteks dekat adalah Amsal 22:17-24:22. Secara konteks lebih luas mencakup seluruh kitab Amsal.

Secara konteks keseluruhan Alkitab, menunjuk kepada seluruh Firman Tuhan yang pusatnya adalah pribadi Kristus dan karya keselamatanNya. Jika kita sungguh-sungguh memperhatikan Firman Tuhan, maka kita akan mengalami berkat-berkat Tuhan yang besar. Apa saja?

True pleasure
“Karena menyimpannya dalam hati, akan menyenangkan bagimu.” (ayat 18). Meskipun Amsal 22:17-21 mirip sekali dengan literatur sekuler dari Mesir, namun yang tertulis dalam kitab Amsal berbeda karena merupakan bagian dari Firman Tuhan. Hanya jika kita benar-benar memperhatikan kebenaran Firman Tuhan, kita akan mengalami kesenangan hidup yang sejati di dalam Tuhan.

Trust in God
“Supaya engkau menaruh kepercayaanmu kepada Tuhan.” (ayat 19). Kita bisa memiliki hati yang benar-benar percaya / bersandar kepada Tuhan adalah merupakan berkat Tuhan bagi kita yang memegang FirmanNya. Untuk memiliki trust in God ini, kita perlu bergaul erat dengan Dia dan FirmanNya. Bukan hanya sekedar membaca Firman, tetapi sungguh-sungguh merenungkan dan mengaplikasikanNya dalam hidup.

Become God’s instrument
“Supaya engkau dapat memberikan jawaban yang tepat kepada yang menyuruh engkau.” (ayat 21). Apa artinya? Para penafsir menghubungkan ayat ini dengan Amsal 25:13 yang berbunyi, “Seperti sejuk salju di musim panen, demikianlah pesuruh yang setia bagi orang-orang yang menyuruhnya.” Jadi dengan kita memperhatikan kebenaran Firman Tuhan, kita dapat menyenangkan Tuhan yang mengutus kita untuk dapat menjadi alatNya yang membawa berkat bagi orang lain.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 21 Juli 2019