Generous To The Poor

posted in: Sermon | 0

Amsal 19:17 | Pdt. Paulus Surya

17   Whoever is generous to the poor lends to the LORD,
    and he will repay him for his deed.

 

“Siapa menaruh belas kasihan kepada orang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.“
“Orang lemah” disini konteksnya menunjuk pada orang miskin secara materi, tapi juga bisa dikenakan pada orang-orang lemah dalam pengertian lainnya. Antara lain menunjuk kepada yatim piatu, janda dan orang miskin secara rohani. 

Apa artinya Amsal 19:17 ini? Ayat ini bukan berarti bahwa jika kita menolong orang miskin menyebabkan kita diselamatkan masuk ke surga.Ayat ini juga bukan mengajarkan bahwa perbuatan baik kita dapat menyongok Tuhan. Jadi APA artinya ayat ini?

 

Bukti Iman
Kitab Amsal ditulis dalam konteks untuk umat Tuhan agar hidup takut akan Tuhan. Jadi Amsal 19:17 mengajak agar umat Tuhan menolong orang-orang lemah sebagai bukti dari iman mereka. Hal ini dapat kita mulai dari lingkungan orang-orang terdekat kita, yaitu: keluarga, gereja, dan orang sekitar kita. Rasul Paulus pernah mengingatkan bahwa “Jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman”. 1 Timotius 5:8.

Tuhan pasti membalas kita
Saat kita menolong orang yang kekurangan, Tuhan pasti akan membalas perbuatan kita. Balasan Tuhan bisa dilakukan saat kita hidup didunia ini, tapi yang pasti saat kedatangan Tuhan Yesus yang ke-2 kalinya didunia ini (Lihat Matius 25:31–46). Kebenaran ini seharusnya mendorong kita untuk rajin berbuat baik, termasuk menolong orang-orang yang lemah.

Bagaimana kita bisa menerapkan Amsal 19:17 dengan benar?
Yaitu dengan melihat Yesus sebagai contoh sempurnah yang memampukan kita. Pada dasarnya setiap kita orang berdosa adalah orang-orang yang lemah dan miskin dihadapan Allah (lihat Roma 3: 10-18 dan Wahyu 3:17). Yesus datang menolong kita yang lemah dan miskin supaya kita bisa kaya didalam Tuhan (lihat 2 Korintus 8:8-9). Kebenaran ini seharusnya memampukan kita untuk memperhatikan dan menolong orang yang lemah.

Ringkasan kotbah kebaktian Minggu Pdt. Paulus Surya, 16 Juni 2019