Lost and Found

posted in: Sermon | 0

Lukas 15:1-10 | Pdt. Erick Kartawijaya

The Parable of the Lost Sheep (Listen)

15 Now the tax collectors and sinners were all drawing near to hear him. And the Pharisees and the scribes grumbled, saying, “This man receives sinners and eats with them.”

So he told them this parable: “What man of you, having a hundred sheep, if he has lost one of them, does not leave the ninety-nine in the open country, and go after the one that is lost, until he finds it? And when he has found it, he lays it on his shoulders, rejoicing. And when he comes home, he calls together his friends and his neighbors, saying to them, ‘Rejoice with me, for I have found my sheep that was lost.’ Just so, I tell you, there will be more joy in heaven over one sinner who repents than over ninety-nine righteous persons who need no repentance.

The Parable of the Lost Coin (Listen)

“Or what woman, having ten silver coins, if she loses one coin, does not light a lamp and sweep the house and seek diligently until she finds it? And when she has found it, she calls together her friends and neighbors, saying, ‘Rejoice with me, for I have found the coin that I had lost.’ 10 Just so, I tell you, there is joy before the angels of God over one sinner who repents.”

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut, karena Yesus menerima dan makan bersama orang berdosa (v.1-2). Seharusnya hal itu menimbulkan sukacita bagi mereka, juga bagi kita semua. Mengapa kita seharusnya bersukacita?

1. Karena kita termasuk “yang terhilang”
Orang Farisi dan ahli Taurat menganggap diri benar dan kudus. Tetapi Yesus mengumpamakan mereka seperti domba dan dirham yang hilang. Domba terhilang, karena mengambil jalan sendiri. Dirham yang hilang, tetap ada di dalam rumah, tetapi tidak lagi ada di hadapan sang pemilik. Seperti orang berdosa, mengambil jalan sendiri dan tidak hidup di hadapan Allah. Semua orang berdosa dan terhilang dari hadapan Allah, juga termasuk kita! Maka kebenaran bahwa Yesus menerima orang-orang berdosa seharusnya menimbulkan sukacita kita.

2. Karena Yesus datang dan menyelamatkan kita
Mungkin ada yang berpikir, yang hilang hanya satu, untuk apa meninggalkan yang 99 domba yang masih ada. Bersyukurlah karena Yesus tidak berpikir demikian. Karena kasihNya, Dia mencari dan membawa pulang yang terhilang (Lukas 19:10). Kesungguhan perempuan yang mencari dirham yang hilang itu tidak dapat dibandingkan dengan korban diri Yesus yang datang mencari dan menyelamatkan orang berdosa (Roma 5:8-10).

3. Karena kita adalah sahabat Yesus
Yesus menyatakan perasaan gembira yang timbul saat yang hilang ditemukan (v.5-6,9). Hal itu disejajarkan dengan sukacita yang timbul saat ada orang berdosa yang bertobat (v.7,10). Yang bersukacita di sorga, Allah bersama para malaikat, hamba-hamba Allah. Kita yang telah ditebus, bukan hanya menjadi hamba, tapi juga sahabatNya (Yohanes 15:13-16; Roma 6:22). Mari kita bersukacita dan ikut mengusahakannya bersamaNya.

Yesus mencari dan menyelamatkan orang berdosa seharusnya menimbulkan sukacita bagi kita orang berdosa. Apalagi Yesus terus bersama kita dan menjadikan kita sahabat, seharusnya membuat kita bukan hanya bersukacita tapi terdorong untuk ikut bersamaNya mencari dan menyelamatkan yang terhilang.

Ringkasan kotbah Pdt. Erick Kartawijaya, tanggal 12 Mei 2019