Justify & Condemn

posted in: Sermon | 0

Amsal 17:15 | Pdt. Paulus Surya

15   He who justifies the wicked and he who condemns the righteous
    are both alike an abomination to the LORD.

Membenarkan orang fasik dan mempersalahkan orang benar kedua-duanya adalah kekejian bagi Tuhan. Istilah “kekejian” artinya adalah hal yang sangat dibenci Tuhan. Contoh untuk hal ini antara lain adalah tua-tua Israel yang membenarkan Ahab dan mempersalahkan Nabot (1 Raja 21). Juga pada saat orang-orang Yahudi memilih Barabas untuk dibebaskan dan menyalibkan Yesus sang Orang benar (Yohanes 18).

Tapi mengapa tatkala Allah yang melakukan “justification & condemnation” (justify orang yang disalibkan di sebelah Yesus dan condemn Yesus sang Orang benar) di Jumat Agung bukanlah merupakan kekejian di mata Tuhan melainkan hal yang patut kita puji dan muliakan?

Karna Allah sedang melakukan SUBSTITUSI
Membenarkan orang fasik dan mempersalahkan orang benar merupakan kekejian bagi Tuhan karena orang fasik harus mendapat hukuman dan orang benar seharusnya bebas dari hukuman. Tapi pada saat Allah mempersalahkan Yesus sang Orang benar, di sini sedang terjadi substitusi/penggantian. Yesus menanggung hukuman Allah atas dosa manusia, menggantikan kita yang pada dasarnya adalah orang fasik yang harus dihukum (lihat 2 Korintus 5:21 & Yesaya 53:6).

Karna Allah men-TRANSFORMASI orang fasik yang dibenarkan
Membenarkan orang fasik adalah hal yang dibenci Tuhan karena berarti membiarkan kefasikan tetap ada dalam masyarakat. Tapi jika Tuhan yang membenarkan orang fasik, maka hal ini bukan kekejian karena hidupnya sedang ditransformasi sehingga justru berguna bagi suatu masyarakat.

Karna Yesus (sang Orang Benar) dengan RELA “dipersalahkan” untuk menyelamatkan orang berdosa
Yesus bukan terpaksa, tidak berdaya ataupun mau tidak mau untuk menanggung hukuman atas dosa manusia, tetapi Ia melakukannya dengan rela. “Tetapi bukan kehendakKu yang jadi, melainkan kehendakMu” (Markus 14:36b). KerelaanNya juga terlihat saat Yesus mengatakan bahwa Ia akan ke Yerusalem dan akan dibunuh di sana (Lukas 13:33).

Ringkasan kotbah kebaktian Jumat Agung Pdt. Paulus Surya, 19 April 2019