The Lord Is In Control

posted in: Sermon | 0

Amsal 16:1-6 | Pdt. Paulus Surya

16   The plans of the heart belong to man,
    but the answer of the tongue is from the LORD.
  All the ways of a man are pure in his own eyes,
    but the LORD weighs the spirit.
  Commit your work to the LORD,
    and your plans will be established.
  The LORD has made everything for its purpose,
    even the wicked for the day of trouble.
  Everyone who is arrogant in heart is an abomination to the LORD;
    be assured, he will not go unpunished.
  By steadfast love and faithfulness iniquity is atoned for,
    and by the fear of the LORD one turns away from evil.

 

Inti berita bagian ini ada pada ayat 1 yang mengatakan, “Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari Tuhan.” Apa artinya?

 

Ayat ini berarti Tuhan adalah Allah yang mengontrol segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita. Manusia memang mempunyai tanggung-jawab (free will), yaitu bisa menimbang-nimbang / merencanakan sesuatu. Tetapi Allahlah yang menentukan apa yang akan terjadi. Apa respon yang seharusnya kita miliki terhadap kebenaran ini?

 

Menyerahkan rencana hidup kita kepada Tuhan
“Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.” (ayat 3). Apa artinya “menyerahkan rencana hidup kita kepada Tuhan” berdasarkan ayat 2? Kita bisa tahu artinya adalah membuat rencana bukan berdasarkan hikmat diri tetapi Firman Tuhan, dan ini termasuk memiliki motivasi yang benar. Jadi prinsipnya, menyerahkan rencana hidup kita kepada Tuhan mencakup 2 hal, yaitu harus sesuai Firman dan berdasarkan motivasi yang benar (yaitu untuk kemuliaan Tuhan).

Percaya yang terbaik pasti terjadi
Dalam ayat 3 dikatakan bahwa tatkala kita menyerahkan rencana kita kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencana kita. Apa artinya? Pada umumnya jika rencana kita sesuai Firman Tuhan, maka memang akan terjadi. Tapi bisa jadi meskipun sudah sesuai Firman Tuhan, rencana kita terjadinya lain. Dalam hal ini, kita tahu pasti yang terjadi itu adalah yang terbaik, yaitu yang sesuai dengan tujuan Tuhan. “Tuhan membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing.” (ayat 4a).

Saat berlaku fasik, segera bertobat
“Orang fasik dibuatNya untuk hari malapetaka.” (ayat 4b). Orang fasik di sini bisa menunjuk kepada orang-orang yang belum percaya Tuhan, yang jika tidak bertobat maka akan mengalami malapetaka yaitu hukuman kekal. Tapi di sini juga bisa menunjuk kepada orang percaya yang berlaku fasik. Mereka adalah orang-orang yang pada dasarnya tinggi hati (ayat 5). Bagi mereka, Tuhan menawarkan pengampunan jika bertobat (ayat 6).

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 14 April 2019