Cheerful Heart

posted in: Sermon | 0

Amsal 15:15-18 | Pdt. Paulus Surya

15   All the days of the afflicted are evil,
    but the cheerful of heart has a continual feast.
16   Better is a little with the fear of the LORD
    than great treasure and trouble with it.
17   Better is a dinner of herbs where love is
    than a fattened ox and hatred with it.
18   A hot-tempered man stirs up strife,
    but he who is slow to anger quiets contention.

 

“Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta.” (ayat 15). Apa artinya?

 

Orang yang berkesusahan, mungkin karena sakit, masalah ekonomi, keluarga, dll harusnya hari-harinya buruk, tetapi jika hatinya gembira, dalam keadaan seperti apapun bisa “selalu berpesta” (yaitu bersyukur, bersikap positif dan menikmati hidup). Unsur-unsur penting apa saja yang membentuk hati yang gembira?

 

Takut akan Tuhan
“Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan Tuhan, daripada banyak harta dengan disertai kecemasan.” (ayat 16). Istilah “takut akan Tuhan” di sini menunjuk kepada hidup yang selalu mensyukuri berkat Tuhan terbesar bagi kita, yaitu keselamatan dalam Kristus (lihat 1 Petrus 1:17-19). Dengan selalu mensyukuri berkat Tuhan ini, maka pasti hati kita akan terbentuk menjadi hati yang gembira (lihat Filipi 4:4 & Mazmur 42:6).

Kasih terhadap sesama
“Lebih baik sepiring sayur dengan kasih, daripada lembu tambun dengan kebencian.” (ayat 17). Di sini penulis Amsal menekankan pentingnya kasih mewarnai persekutuan dengan orang-orang di sekitar kita. Tanpa kasih kemewahan hiduppun tidak akan membawa kegembiraan. Salah satu hal yang penting dari kasih terhadap sesama adalah kita bisa memberikan pengampunan bagi yang telah menyakiti hati kita (lihat 1 Petrus 4:8). Pengampunan di sini adalah buah dari kita menerima pengampunan dari Tuhan.

Sabar
“Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.” (ayat 18). Yang dimaksud dengan sabar di sini adalah bisa menahan diri bahkan berbuat kebaikan bagi orang yang menjengkelkan. Contoh dalam Alkitab misalnya adalah Abraham yang sabar terhadap persoalan di antara gembala-gembala dombanya yang berselisih dengan para gembala domba Lot.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 7 April 2019