Hope

posted in: Sermon | 0

Amsal 13:12, 19 | Pdt. Paulus Surya

12   Hope deferred makes the heart sick,
    but a desire fulfilled is a tree of life.

19   A desire fulfilled is sweet to the soul,
    but to turn away from evil is an abomination to fools.

Pernahkah saudara berharap untuk mendapatkan sesuatu lalu berusaha mati-matian untuk mendapatkannya, tapi setelah mendapatkan, saudara malah tidak bahagia?

Jika hal ini terjadi, maka berarti ada yang salah dengan harapan kita, karena Amsal 13:12 mengatakan harapan (yang benar) meskipun bisa tertunda, tapi pada saat kita mendapatkannya kita akan mengalami sukacita sejati. Harapan seperti apa yang seharusnya kita miliki?

Harapan yang sesuai Firman Tuhan
Ada harapan yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Contoh untuk hal ini tercatat di Amsal 13:19. Di sini penulis Amsal mengatakan bahwa meskipun harapan yang tidak benar bisa mendatangkan kebahagiaan, tetapi sebenarnya palsu, sementara dan menipu. Mari kita mendasarkan harapan kita sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

Harapan yang kita pegang dengan setia
“Harapan yang tertunda menyedihkan hati.” (ayat 12a). Meskipun dalam proses kita berharap kita bisa mengalami kesedihan, tetapi jikalau kita tetap bertekun dan setia, maka tatkala harapan kita terpenuhi, kita akan mengalami sukacita yang sejati. Contoh: Abraham dan Sarah dalam berharap akan janji Tuhan memberikan anak, orang Israel yang setia saat ditawan di Babel, dan Ayub yang tetap setia dalam pengharapan akan pertolongan Tuhan.

Harapan yang berpusat pada Kristus
Dari semua harapan yang bisa kita miliki di dunia ini, pengharapan yang paling penting dan yang tidak akan mengecewakan adalah pengharapan dalam Kristus untuk keselamatan yang abadi. Kedatangan Kristus ke dunia adalah pengharapan orang-orang percaya di seluruh PL. Meskipun kelihatannya tertunda bagi mereka, tetapi pada waktuNya Kristus datang membawa sukacita besar bagi umatNya. Bagi kita saat ini, pengharapan yang seharusnya kita miliki adalah kedatangan Kristus yang kedua kali.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, tanggal 24 Maret 2019