No harm happens to the righteous

posted in: Sermon | 0

Amsal 12:21 | Pdt. Paulus Surya

21   No ill befalls the righteous,
    but the wicked are filled with trouble.

“Orang benar tidak akan ditimpa oleh bencana apapun, tetapi orang fasik akan senantiasa celaka.” Yang dimaksud dengan orang benar di sini adalah orang yang beriman kepada Tuhan Yesus dan buahnya kelihatan dalam hidup yang mau mentaatiNya. Sedangkan yang dimaksud orang fasik adalah orang yang tidak sungguh-sungguh percaya Tuhan dan tidak mentaatiNya dengan benar. Apa artinya? Ayat ini dapat kita mengerti dalam 3 level pengertian.

Level 1: pengertian dalam hidup sehari-hari
Raja Salomo penulis Amsal 12 ini mengamati kehidupan masyarakat Israel waktu itu dan mendapati bahwa pada umumnya, orang benar tidak akan ditimpa bencana karena mereka akan menghindari hidup yang jahat/yang tidak benar yang akan membawa bencana. Sedangkan orang fasik pada umumnya akan memilih jalan yang memang membawa bencana (contoh ayat 1, 2, 3, 6,13-14, 17-20, 22, 25).

Level 2: pengertian dalam kehidupan umat Tuhan
Pada dasarnya dalam kehidupan umat Tuhan (umat Israel & gereja), kita yang percaya Tuhan sungguh-sungguh memang tidak akan tertimpa “bencana” apapun. “Bencana” di sini artinya yang kelihatan secara mata manusia tapi bukan bencana di mata Tuhan. Kejadian 50:20 & Roma 8:28 mencatat bahwa dalam hal apapun Tuhan bekerja untuk membawa kebaikan bagi semua umatNya yang hidup dalam jalanNya.

Level 3: pengertian dalam hubungan sejarah penebusan
Bencana terbesar manusia adalah berhubungan dengan dosa yang membawa maut, yaitu tertimpa murka Allah. Dari sejak Perjanjian Lama, manusia bisa diselamatkan jikalau beriman kepada Mesias yang akan datang melalui mempersembahkan korban-korban bakaran. Semua ini digenapi dalam diri Yesus Sang Hikmat yang telah menggantikan kita menerima murka Allah. Jadi setiap orang percaya tidak akan lagi tertimpa bencana terbesar tersebut, tetapi orang fasik termasuk orang yang hidup saleh tanpa Kristus akan mengalami celaka.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, tanggal 17 Maret 2019