Living in Righteousness

posted in: Sermon | 0

Amsal 11:1-4 | Pdt. Paulus Surya

11   A false balance is an abomination to the LORD,
    but a just weight is his delight.
  When pride comes, then comes disgrace,
    but with the humble is wisdom.
  The integrity of the upright guides them,
    but the crookedness of the treacherous destroys them.
  Riches do not profit in the day of wrath,
    but righteousness delivers from death.

 

“Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.” (ayat 4). Yang dimaksud dengan “hari kemurkaan” di sini adalah pengadilan Tuhan baik di dunia sekarang ini maupun yang pasti saat Yesus datang kedua kalinya. Pada hari itu, harta menjadi tidak berguna. Tetapi kebenaran melepaskan kita dari hukuman.

 

Yang dimaksud dengan “kebenaran” di sini adalah hidup beriman kepada Tuhan yang buahnya nampak dalam hidup yang mau mentaatiNya (lihat Kejadian 15:6 & Amsal 16:20). Hidup dalam kebenaran seharusnya nyata dalam hal apa saja?

 

Living in honesty
“Neraca serong adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat.” (ayat 1). Di sini penulis Amsal berbicara tentang kejujuran yang seharusnya nyata dalam dunia bisnis atau penggunaan uang/harta benda. Latar belakang tentang hal ini tercatat dalam Imamat 19:36. Menariknya kejujuran dalam hal keuangan dikaitkan dengan karya keselamatan Tuhan mengeluarkan Israel dari Mesir.

Living in humility
“Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati.” (ayat 2). Orang angkuh adalah orang yang tidak mau dikoreksi oleh Firman Tuhan, tidak mau belajar dari kesalahan, dan hampir selalu merasa diri benar. Sebaliknya orang yang rendah hati adalah orang yang mau terus-menerus belajar dan dikoreksi oleh kebenaran Firman Tuhan.

Living in integrity
“Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.” (ayat 3). Seorang yang kelihatan jujur, seharusnya karena ketulusan dalam hatinya. Ini yang dimaksud dengan hidup berintegritas. Apabila iman kita kepada Kristus membuat kita menjalani hidup yang jujur dan benar, kita disebut sebagai orang yang berintegritas. Sebaliknya dari hidup berintegritas adalah hidup dalam kemunafikan, yaitu di luar terlihat baik tetapi dalamnya busuk (Matius 15:8).

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, tanggal 10 Maret 2019