Bersungguh-sungguhlah untuk masuk!

posted in: Sermon | 0

Lukas 13:22-30 | Pdt. Erick Kartawijaya

The Narrow Door (Listen)

22 He went on his way through towns and villages, teaching and journeying toward Jerusalem. 23 And someone said to him, “Lord, will those who are saved be few?” And he said to them, 24 “Strive to enter through the narrow door. For many, I tell you, will seek to enter and will not be able. 25 When once the master of the house has risen and shut the door, and you begin to stand outside and to knock at the door, saying, ‘Lord, open to us,’ then he will answer you, ‘I do not know where you come from.’ 26 Then you will begin to say, ‘We ate and drank in your presence, and you taught in our streets.’ 27 But he will say, ‘I tell you, I do not know where you come from. Depart from me, all you workers of evil!’ 28 In that place there will be weeping and gnashing of teeth, when you see Abraham and Isaac and Jacob and all the prophets in the kingdom of God but you yourselves cast out. 29 And people will come from east and west, and from north and south, and recline at table in the kingdom of God. 30 And behold, some are last who will be first, and some are first who will be last.”

 

Dalam perjalanan Yesus ke Yerusalem, ada seseorang yang bertanya kepadaNya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” – Jawab Yesus: “Berjuanglah untuk masuk!” Mengapa Yesus menyuruhnya berjuang (strive = bersungguh-sungguh) untuk masuk? (Matius 7:13 – Masuklah)

 

1. Karena itu berharga (v.24)
Mengapa berharga? Karena “masuk ke dalam Kerajaan Allah”, tidak bisa diperoleh dengan usaha manusia. Hal itu melebihi sukarnya seekor unta masuk ke lubang jarum (Lukas 18:25-27). Hal itu hanya mungkin karena anugerah Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Karena manusia berdosa, sedang Allah adalah Kudus, juga Kasih dan Adil (Keluaran 34:6-7; Yohanes 3:16-18). Makin berharga sesuatu, seharusnya membuat orang makin bersungguh-sungguh untuk memperolehnya.

2. Karena itu tak selamanya terbuka (v.25-27)
Kata ‘Jika’ yang memulai ayat 25, menggunakan kata Yunani yang menunjukkan ‘belum tetapi akan terjadi’; jadi bukan hanya pengandaian. Jika Allah telah menutup pintu, maka tidak ada lagi kemungkinan bagi mereka yang masih di luar untuk masuk. Pintu itu tak selamanya terbuka. Bersungguh-sungguhlah untuk masuk, jangan menunda dan berjaga-jagalah! (Matius 25:13).

3. Karena itu untuk hidup di dalam kekekalan (v.28-29)
“IN atau OUT” – hanya dua pilihan: berada di dalam atau di luar Kerajaan Allah (v.28-29). Tuhan Yesus menyatakan bahwa orang-orang yang berada di luar, meski mereka berseru, pernah berada di hadapan Allah, atau mendengar FirmanNya; mereka adalah para pelaku kejahatan yang mengabaikan Allah (v.25-27). Meski Nenek moyang mereka di dalam Kerajaan Allah, tetapi mereka berada di luar, di tempat ‘ratap dan kertak gigi’ (v.28). ‘Bersungguh-sungguh untuk masuk’, berarti datang dan duduk makan di dalam Kerajaan Allah; yaitu hidup dalam relasi dengan Allah sebagai Raja mereka (v.29). Pastikan anda sudah “IN”!

Mereka yang masuk ke dalam kerajaan Allah datang dari segala penjuru (berbagai bangsa). Ada yang terdahulu dipanggil tetapi terakhir masuk, atau sebaliknya. Yang terpenting: bersungguh-sungguhlah untuk masuk melalui Yesus, pintu satu-satunya itu!

Ringkasan kotbah Pdt. Erick Kartawijaya, tanggal 3 Maret 2019

 

Leave a Reply