Anak Yang Bijak

posted in: Sermon | 0

Amsal 10:1-12 | Pdt. Paulus Surya

The Proverbs of Solomon (Listen)

10 The proverbs of Solomon.

  A wise son makes a glad father,
    but a foolish son is a sorrow to his mother.
  Treasures gained by wickedness do not profit,
    but righteousness delivers from death.
  The LORD does not let the righteous go hungry,
    but he thwarts the craving of the wicked.
  A slack hand causes poverty,
    but the hand of the diligent makes rich.
  He who gathers in summer is a prudent son,
    but he who sleeps in harvest is a son who brings shame.
  Blessings are on the head of the righteous,
    but the mouth of the wicked conceals violence.
  The memory of the righteous is a blessing,
    but the name of the wicked will rot.
  The wise of heart will receive commandments,
    but a babbling fool will come to ruin.
  Whoever walks in integrity walks securely,
    but he who makes his ways crooked will be found out.
10   Whoever winks the eye causes trouble,
    and a babbling fool will come to ruin.
11   The mouth of the righteous is a fountain of life,
    but the mouth of the wicked conceals violence.
12   Hatred stirs up strife,
    but love covers all offenses.

Inti berita bagian ini adalah setiap orang percaya Tuhan panggil untuk menjalani hidup sebagai anak yang bijak, yaitu hidup takut akan Tuhan.

Hidup takut akan Tuhan adalah menghargai keselamatan dalam Kristus dan tidak meremehkannya. Dalam hal apa saja hidup bijak seharusnya terlihat?

Dalam keluarga
“Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya.” (ayat 1). Ini adalah bahasa puisi yang menekankan bahwa anak yang bijak akan mendatangkan sukacita bagi orang tuanya, bahkan bagi seluruh anggota keluarganya. “Sukacita” di sini menunjuk kepada hidup dalam kebenaran Firman Tuhan (bandingkan dengan 3 Yohanes 3). Ayat ini juga mengingatkan bagi setiap kita yang dikarunia oleh Tuhan anak-anak, untuk mendidik mereka dalam takut akan Tuhan.

Dalam pekerjaan
“Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.” (ayat 2). Ayat ini mau menekankan bahwa walaupun kita memiliki harta benda yang banyak, tetap tidak dapat menyelamatkan kita dari maut. Oleh sebab itu, hidup benar dalam Tuhan harus menjadi hal yang lebih penting daripada harta benda. Ayat 3-7 berbicara tentang orang yang bijak akan bekerja dengan bertanggung jawab sambil percaya bahwa berkat sejati datangnya dari Tuhan.

Dalam relasi dengan sesama
Ayat 8-11 berbicara tentang penggunaan mulut kita. Orang yang bijak akan memperhatikan perintah-perintah Tuhan dan dengan demikian perkataan mulut bibirnya dan tindakannya akan dikendalikan oleh Firman Tuhan. Misalnya mengendalikan amarah, emosi, hawa nafsu, dll. Ayat 12 mengajarkan bahwa orang yang hidup bijak akan dimampukan untuk memberi pengampunan kepada orang yang bersalah kepadanya. “Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.” (ayat 12).

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, tanggal 17 Feb 2019