The Invitation of Wisdom & Foolishness

posted in: Sermon | 0

Amsal 9:1-18 | Pdt. Paulus Surya

The Way of Wisdom (Listen)

  Wisdom has built her house;
    she has hewn her seven pillars.
  She has slaughtered her beasts; she has mixed her wine;
    she has also set her table.
  She has sent out her young women to call
    from the highest places in the town,
  “Whoever is simple, let him turn in here!”
    To him who lacks sense she says,
  “Come, eat of my bread
    and drink of the wine I have mixed.
  Leave your simple ways, and live,
    and walk in the way of insight.”
  Whoever corrects a scoffer gets himself abuse,
    and he who reproves a wicked man incurs injury.
  Do not reprove a scoffer, or he will hate you;
    reprove a wise man, and he will love you.
  Give instruction to a wise man, and he will be still wiser;
    teach a righteous man, and he will increase in learning.
10   The fear of the LORD is the beginning of wisdom,
    and the knowledge of the Holy One is insight.
11   For by me your days will be multiplied,
    and years will be added to your life.
12   If you are wise, you are wise for yourself;
    if you scoff, you alone will bear it.

The Way of Folly (Listen)

13   The woman Folly is loud;
    she is seductive and knows nothing.
14   She sits at the door of her house;
    she takes a seat on the highest places of the town,
15   calling to those who pass by,
    who are going straight on their way,
16   “Whoever is simple, let him turn in here!”
    And to him who lacks sense she says,
17   “Stolen water is sweet,
    and bread eaten in secret is pleasant.”
18   But he does not know that the dead are there,
    that her guests are in the depths of Sheol.

 

Amsal 9 mencatat tentang adanya dua pilihan hidup manusia, yaitu hidup berhikmat atau hidup dalam kebodohan. Keduanya digambarkan sebagai seorang pribadi yang memanggil-manggil orang untuk mengikutinya. “Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah kemari..” (ayat 4&16).

 

Dari perbandingan keduanya (ayat 1-6 vs ayat 13-18), jelas terlihat bahwa jalan hikmat adalah jalan kehidupan yang seharusnya kita pilih. Anehnya, banyak orang memilih jalan kebodohan (lihat Amsal 7:26 & Matius 7:13). Mengapa?

 

Pada dasarnya manusia berdosa memang bebal

Kebebalan di sini menunjuk kepada kebodohan secara rohani (ayat 6). Orang yang bodoh secara rohani juga disebut sebagai pencemooh, yaitu orang yang meremehkan kebenaran (ayat 7-8,12). Kebodohan secara rohani juga bisa terjadi pada orang-orang yang telah percaya kepada Sang Hikmat. Contohnya raja Salomo dan Simson.

Jalan kebodohan menggiurkan/menarik

“Air curian manis, dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lezat rasanya. Tetapi orang itu tidak tahu bahwa di sana ada arwah-arwah dan bahwa orang-orang yang diundangnya ada di dalam dunia orang mati.” (ayat 17-18). Meskipun jalan kebodohan menuju ke kebinasaan, tapi banyak orang tetap mengikutinya karena hanya melihat hal yang menarik di permukaan saja.

Jadi, bagaimana kita dapat hidup di jalan hikmat?

 

Hidup berhikmat adalah hidup yang takut akan Tuhan

Arti hidup takut akan Tuhan adalah bukan takut kepada hukuman Tuhan, tetapi menunjuk kepada hidup yang hormat dan bersandar pada Tuhan yang telah menyelamatkan kita dengan ajaib (lihat 1 Petrus 1:17-19). Mari kita menjalani hidup yang takut akan Tuhan dengan setiap hari: – Focus on Jesus finished work on the cross. – Remember our status as children of God. – Act in reliance upon Him.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, tanggal 10 Feb 2019