Mengendalikan Lidah

posted in: Sermon | 0

Yakobus 3:3-5, 8, 11-12 | Pdt. Paulus Surya

If we put bits into the mouths of horses so that they obey us, we guide their whole bodies as well. Look at the ships also: though they are so large and are driven by strong winds, they are guided by a very small rudder wherever the will of the pilot directs. So also the tongue is a small member, yet it boasts of great things.

How great a forest is set ablaze by such a small fire!

but no human being can tame the tongue. It is a restless evil, full of deadly poison.

11 Does a spring pour forth from the same opening both fresh and salt water? 12 Can a fig tree, my brothers, bear olives, or a grapevine produce figs? Neither can a salt pond yield fresh water.

 

Perkataan mulut lidah kita berpotensi besar untuk menghasilkan hal negatif maupun hal positif, bergantung bagaimana kita memakainya. Oleh sebab itu, Tuhan menghendaki agar kita
dapat mengendalikannya sesuai kebenaran firman Tuhan. Bukan hanya supaya bisa mengeluarkan perkataan yang baik secara umum, tapi juga yang memuliakan Allah dalam Yesus.

 

Pada dasarnya, mengendalikan lidah adalah mengendalikan hidup. Bagaimana caranya?

 

Mengendalikan hati
Yakobus memakai gambaran tentang mata air dan pohon (ayat 11-12). Mata air menentukan air yang keluar dari padanya, apakah itu asin, pahit, atau tawar. Demikian juga sebuah pohon akan menghasilkan buah sesuai dengan jenis pohon tersebut. Tuhan Yesus pernah berkata, “Apa yang keluar dari mulut berasal dari hati.” (Matius 15:18). Jadi, apa yang ada dalam hati kita menentukan apa yang akan keluar dari mulut kita (lihat Amsal 4:23).

Bersandar pada Sang Jurumudi
Yakobus memakai gambaran kekang pada mulut kuda dan kemudi untuk kapal. Dibalik kekang dan kemudi, ada pribadi yang mengendalikan. Demikian juga dengan lidah kita. Jika
hidup kita dikendalikan oleh Tuhan Yesus Kristus, maka kita baru bisa mengendalikan lidah dan hidup kita. Dengan kita bersandar pada Tuhan, kita akan dimampukan untuk memakai
mulut kita bukan hanya mengeluarkan kata-kata yang baik secara umum, tetapi yang meninggikan Kristus.

Secara terus-menerus
Mengendalikan hati dan bersandar pada Sang Jurumudi, harus kita lakukan tiap-tiap hari dan terus-menerus. Ini merupakan wujud kebersandaran kita pada Tuhan dan FirmanNya. Hal ini seperti kekang yang dipakai untuk mengendalikan mulut kuda perlu dipasang terus-menerus, dan kemudi pada kapal yang juga harus dikendalikan terus-menerus.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, tgl 23 September 2018.

Leave a Reply