Yesus Memanggil Dua Belas Rasul

posted in: Sermon | 0

Lukas 6:12-19 | Pdt. Erick Kartawijaya

The Twelve Apostles (Listen)

12 In these days he went out to the mountain to pray, and all night he continued in prayer to God. 13 And when day came, he called his disciples and chose from them twelve, whom he named apostles: 14 Simon, whom he named Peter, and Andrew his brother, and James and John, and Philip, and Bartholomew, 15 and Matthew, and Thomas, and James the son of Alphaeus, and Simon who was called the Zealot, 16 and Judas the son of James, and Judas Iscariot, who became a traitor.

Jesus Ministers to a Great Multitude (Listen)

17 And he came down with them and stood on a level place, with a great crowd of his disciples and a great multitude of people from all Judea and Jerusalem and the seacoast of Tyre and Sidon, 18 who came to hear him and to be healed of their diseases. And those who were troubled with unclean spirits were cured. 19 And all the crowd sought to touch him, for power came out from him and healed them all.

 

Di tengah penginjilan secara masal yang berkembang luar biasa (Kisah 2:41, 4:4; 6:7; 8:6), Lukas mengalihkan perhatian kita kepada penginjilan secara pribadi, melalui perjumpaan yang terjadi saat orang Kristen tersebar keluar Yerusalem sampai ke Samaria.

 

Setelah beberapa kali orang Farisi dan ahli Taurat menunjukkan sikap permusuhan dan amarah (Lukas 4:28; 6:11), maka Yesus tahu waktunya takkan lama lagi. Dia memanggil murid-murid dan memilih dari antara mereka dua belas orang yang disebutNya rasul. Lalu mereka dipersiapkanNya. Bagaimana Yesus memilih dan mempersiapkan para rasul itu?

1. Yesus berdoa untuk mereka (6:12)
Yesus berdoa semalam-malaman sebelum memilih ke dua belas rasul yang akan meneruskan misiNya untuk memberitakan injil (Kisah 1:8; Ibrani 2:3-4; Efesus 2:3-4). Kita diingatkan bahwa pekerjaan pemberitaan injil adalah misi Allah, karena itu kita wajib mencari dan mengenali kehendakNya (Lukas 10:2). Doa sebelum mengambil keputusan menjadi pola yang diikuti oleh gereja mula-mula (Kisah 1:23-26; 6:6; 13:2-3; 14:23), hingga kini.

2. Yesus memilih mereka (6:13-16)
Yesus tidak memilih orang baru (1Timotius 3:6), tetapi memilih dari antara para muridNya. Yesus memilih orang-orang biasa, seperti nelayan, pemungut cukai, bahkan termasuk Yudas
Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Mereka bukan hanya didoakan, tetapi dipilih dan dipanggil untuk tugas khusus sebagai rasul. Hal ini mengingatkan kita bahwa tugas pelayanan adalah anugerah Allah untuk kita kerjakan dengan penuh kesungguhan, bukan kesombongan (Filipi 2:11; Ibrani 6:10-11).

3. Yesus mempersiapkan mereka (6:17-19)
Yesus mengajak mereka melayani orang banyak yang datang untuk mendengarkan pengajaranNya, memohon kesembuhan dari sakit jasmani (penyakit) atau sakit rohani (kerasukan roh). Hal ini mengingatkan kita untuk juga mempersiapkan dan melatih orang-orang yang akan meneruskan tugas pelayanan kita, di saat kita tak bisa lagi melakukannya (2Timotius 2:2; 3:10-11).

Kita dipilih dan dipanggil bukan hanya untuk percaya dan diselamatkan, tetapi juga untuk melayani Tuhan (1Korintus 12:18; Filipi 1:29). Marilah kita melakukan tugas itu dengan
sungguh-sungguh, serta juga memilih, memanggil dan menyiapkan orang yang akan meneruskan pelayanan itu.

Ringkasan kotbah Pdt. Erick Kartawijaya, tanggal 16 September 2018.