Di Jalan Menuju Gaza

posted in: Sermon | 0

Kisah Para Rasul 8:26-40 | Pdt. Alex Nathan

Philip and the Ethiopian Eunuch (Listen)

26 Now an angel of the Lord said to Philip, “Rise and go toward the south to the road that goes down from Jerusalem to Gaza.” This is a desert place. 27 And he rose and went. And there was an Ethiopian, a eunuch, a court official of Candace, queen of the Ethiopians, who was in charge of all her treasure. He had come to Jerusalem to worship 28 and was returning, seated in his chariot, and he was reading the prophet Isaiah. 29 And the Spirit said to Philip, “Go over and join this chariot.” 30 So Philip ran to him and heard him reading Isaiah the prophet and asked, “Do you understand what you are reading?” 31 And he said, “How can I, unless someone guides me?” And he invited Philip to come up and sit with him. 32 Now the passage of the Scripture that he was reading was this:

  “Like a sheep he was led to the slaughter
    and like a lamb before its shearer is silent,
    so he opens not his mouth.
33   In his humiliation justice was denied him.
    Who can describe his generation?
  For his life is taken away from the earth.”

34 And the eunuch said to Philip, “About whom, I ask you, does the prophet say this, about himself or about someone else?” 35 Then Philip opened his mouth, and beginning with this Scripture he told him the good news about Jesus. 36 And as they were going along the road they came to some water, and the eunuch said, “See, here is water! What prevents me from being baptized?” 38 And he commanded the chariot to stop, and they both went down into the water, Philip and the eunuch, and he baptized him. 39 And when they came up out of the water, the Spirit of the Lord carried Philip away, and the eunuch saw him no more, and went on his way rejoicing. 40 But Philip found himself at Azotus, and as he passed through he preached the gospel to all the towns until he came to Caesarea.

 

Di tengah penginjilan secara masal yang berkembang luar biasa (Kisah 2:41, 4:4; 6:7; 8:6), Lukas mengalihkan perhatian kita kepada penginjilan secara pribadi, melalui perjumpaan yang terjadi saat orang Kristen tersebar keluar Yerusalem sampai ke Samaria.

 

Melalui perjumpaan dalam perikop ini, maka injil telah mencapai Etiopia, yang saat itu dianggap sebagai ujung bumi. Hal tersebut memenuhi nubuat Yesus di Kisah 1:8. Pada perikop ini kita melihat bagaimana kerjasama antara kedaulatan Allah dengan ketaatan umatNya:

1. Allah yang mengarahkan (8:26)

Allah melalui malaikatNya mengarahkan Filipus untuk pergi ke selatan ke jalan dari Yerusalem menuju ke Gaza. Dan Filipus taat melakukannya.

2. Allah yang menyediakan (8:27-28)

Filipus bertemu dengan seorang sida-sia Etiopia, pembesar dan kepala perbendaharaan Etiopia, yang sungguh-sungguh dalam hubungannya dengan Allah dan memiliki banyak pertanyaan tentang kitab suci (Yesaya 56:4-8; Cf. Ulangan 23:1). Inilah yang disebut “prevenient grace”, yaitu anugerah Allah yang mendahului, baik menyediakan Filipus yang taat, maupun keinginan tahu orang Etiopia itu untuk perjumpaan ini.

3. Allah yang menginsafkan (8:32-35)

Mulai dari keinginan tahu itu, Filipus menjelaskan maksud Firman dan memperkenalkan Yesus (Yohanes 16:8); Allah yang membuat orang Etiopia itu menjadi sadar/insaf.

4. Allah yang menetapkan tanggapan bertobat (8:36-39)

Saat ada kolam air di tepi jalan di padang pasir itu, orang Etiopia yang telah menyambut injil Yesus Kristus itu minta dibaptis. Inilah tanggapan yang seharusnya atas berita injil (Kisah 11:18). Baptisan adalah tanda seseorang dipersekutukan dengan Kristus dan janji keselamatanNya. Orang Etiopia itu pulang dengan penuh sukacita sebagai pengikut Kristus.
Allah adalah Penginjil yang sesungguhnya, Dia menyediakan orang yang menyampaikan injil, bukan hanya Filipus (Kisah 8:4).Setiap orang Kristen adalah saksi injil-Nya (Matius 12:34b)!

 

Ringkasan kotbah Pdt. Alex Nathan, tanggal 9 September 2018.