Merayakan Sabat

posted in: Sermon | 0

Lukas 6:1-11 | Pdt. Erick Kartawijaya

Jesus Is Lord of the Sabbath (Listen)

On a Sabbath, while he was going through the grainfields, his disciples plucked and ate some heads of grain, rubbing them in their hands. But some of the Pharisees said, “Why are you doing what is not lawful to do on the Sabbath?” And Jesus answered them, “Have you not read what David did when he was hungry, he and those who were with him: how he entered the house of God and took and ate the bread of the Presence, which is not lawful for any but the priests to eat, and also gave it to those with him?” And he said to them, “The Son of Man is lord of the Sabbath.”

A Man with a Withered Hand (Listen)

On another Sabbath, he entered the synagogue and was teaching, and a man was there whose right hand was withered. And the scribes and the Pharisees watched him, to see whether he would heal on the Sabbath, so that they might find a reason to accuse him. But he knew their thoughts, and he said to the man with the withered hand, “Come and stand here.” And he rose and stood there. And Jesus said to them, “I ask you, is it lawful on the Sabbath to do good or to do harm, to save life or to destroy it?” 10 And after looking around at them all he said to him, “Stretch out your hand.” And he did so, and his hand was restored. 11 But they were filled with fury and discussed with one another what they might do to Jesus.

 

Sabat (istirahat, berhenti) telah diperkenalkan saat orang Israel diberi makan manna, yaitu sebelum sepuluh hukum diberikan; Hukum ke-4 tentang hari Sabat menunjuk kepada hari setelah Tuhan menyelesaikan karya penciptaan-Nya (Keluaran 16:23; 20:8-11).

Yesus biasa ke rumah ibadat pada hari Sabat (v.6; 4:16,31), menyatakan bahwa Dia tidak menghapus Sabat, tetapi menggenapi Sabat (Matius 5:17). Setelah Yesus menyelesaikan karya keselamatanNya melalui kematian dan kebangkitanNya (1Korintus 15:3-4), orang-orang Kristen mulai merayakan Sabat/perhentian dalam Kristus (Ibrani 4:1,3), pada pada hari pertama/Minggu (Yohanes 20:1,19; Kisah 20:7; 1Korintus 16:2).

 

Apa saja yang Tuhan Yesus ajarkan, agar kita merayakan Sabat dengan benar?

 

1. Berpusat/fokus kepada Tuhan dan karyaNya (v.2)

Yesus mengecam orang Farisi yang berfokus pada hukum dan menghukum (legalistik), sehingga Tuhan, Firman-Nya dan belas kasihan-Nya terabaikan. Mereka terpaku pada yang tersurat, bukan yang tersirat. Bahkan mereka menjadikan Sabat sebagai kewajiban, bukan lagi untuk mengingat karya dan karunia Tuhan(v.1-4). Yesus memiliki otoritas untuk meluruskan itu, karena Dia adalah Tuhan atas hari Sabat (v.5).

2. Beribadah kepada Tuhan (v.7)

Yesus mengajarkan agar Sabat dirayakan dengan benar, yaitu dengan hati yang tahir untuk beribadah kepada Tuhan, bukan dengan maksud untuk mengamati dan mempersalahkan Tuhan atau sesama (v.7-8). Tuhan Maha tahu melihat pikiran/hati kita!

3. Berbuat baik (v.9)

Selain maksud hati, Yesus mengajarkan agar Sabat dirayakan dengan berbuat baik dan menyelamatkan, jangan berbuat jahat atau membinasakan. Yesus langsung memberi teladan dengan menyembuhkan orang yang mati tangan kanannya (v.9-10).

Sebagai umat Tuhan yang telah diselamatkan dan menikmati Sabat, kita berhenti dari usaha sendiri dan bersandar penuh pada karya keselamatan Yesus; bagaimana kita merayakan Sabat yang sejati dalam Yesus itu?

Ringkasan kotbah Pdt. Erick Kartawijaya, tanggal 2 September 2018.