Our help is in the Lord

posted in: Sermon | 0

Mazmur 124:1-8 | Pdt. Paulus Surya

Our Help Is in the Name of the Lord (Listen)

A Song of Ascents. Of David.

124   If it had not been the LORD who was on our side—
    let Israel now say—
  if it had not been the LORD who was on our side
    when people rose up against us,
  then they would have swallowed us up alive,
    when their anger was kindled against us;
  then the flood would have swept us away,
    the torrent would have gone over us;
  then over us would have gone
    the raging waters.
  Blessed be the LORD,
    who has not given us
    as prey to their teeth!
  We have escaped like a bird
    from the snare of the fowlers;
  the snare is broken,
    and we have escaped!
  Our help is in the name of the LORD,
    who made heaven and earth.

 

Setiap orang memiliki masalah dan kesulitan hidup tersendiri. Dalam hal ini pertanyaan yang perlu kita renungkan adalah: sejauh mana kita sungguh-sungguh mengalami pertolongan Tuhan dalam menghadapi masalah dan kesulitan hidup ini? Mazmur 124 inti beritanya ada di ayat 8, “Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.” Apa saja karakteristik pertolongan TUHAN itu?

 

Berlaku sepanjang zaman
Latar belakang Mazmur 124 ini adalah kisah pertolongan Tuhan yang melepaskan Daud dan bangsa Israel dari serangan bangsa Filistin, yang tercatat di 2 Samuel 5:17-25. Pertolongan TUHAN ini dituliskan Daud dalam bentuk Mazmur dan menjadi nyanyian ziarah yang dinyanyikan umat Israel sedikitnya 3 kali dalam setahun saat perjalanan ke Yerusalem. Hal ini menunjukkan bahwa pertolongan Tuhan pada masa lalu, prinsip nya tetap berlaku bagi umat Tuhan di sepanjang zaman.

Berlaku untuk problem yang tampak mustahil
Tampak mustahil di sini adalah bagi manusia, tapi tidak mustahil bagi Allah. Istilah “jikalau bukan Tuhan yang memihak pada kita” diulang sebanyak 2 kali (ayat 1&2). Ini  menunjukkan suatu penekanan bahwa Tuhan menolong Daud dalam situasi yang bagi manusia adalah mustahil untuk diatasi (lihat ayat 3-5). Tuhan berkuasa menolong kita dalam setiap masalah hidup kita, bahkan masalah yang tampak mustahil sekalipun. Oleh sebab itu apapun masalah hidup saudara saat ini, jangan menyerah karena tidak ada mustahil bagi Tuhan.

Berlaku secara jasmani maupun rohani
Pertolongan Tuhan dalam hal jasmani adalah gambaran pertolonganNya secara rohani bagi kita. Dalam ayat 6-7, Daud mengkaitkan pertolongan Tuhan secara jasmani bagi jiwanya
juga. Terlepasnya Daud dan umat Israel dari “mangsa dari gigi” (ayat 6) bangsa Filistin merupakan gambaran pertolongan Tuhan bagi umat percaya untuk terlepas dari “mangsa
iblis” (lihat 1 Petrus 5:8). Pertolongan Tuhan terbesar adalah melepaskan kita dari belenggu dosa dan menjadikan kita anak-anakNya yang dapat hidup berkemenangan atas berbagai masalah dan kesulitan hidup ini.

 

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 4 Maret 2018.