God is good all the time

posted in: Sermon | 0

Mazmur 119:65-72 | Pdt. Paulus Surya

Teth

65   You have dealt well with your servant,
    O LORD, according to your word.
66   Teach me good judgment and knowledge,
    for I believe in your commandments.
67   Before I was afflicted I went astray,
    but now I keep your word.
68   You are good and do good;
    teach me your statutes.
69   The insolent smear me with lies,
    but with my whole heart I keep your precepts;
70   their heart is unfeeling like fat,
    but I delight in your law.
71   It is good for me that I was afflicted,
    that I might learn your statutes.
72   The law of your mouth is better to me
    than thousands of gold and silver pieces.

 

Mazmur 119:65-72 intinya mengajarkan bahwa Allah kita adalah Allah yang baik dalam keadaan apapun. Apa saja bentuk kebaikan Tuhan dalam bagian ini?

 

Ada 176 ayat di dalam Mazmur 119 yang dibagi menjadi 22 bagian, di mana masing-masing bagian berisi 8 ayat. Ayat 65-72 ini adalah bagian ke-9. Bagian ini intinya mengajarkan bahwa Allah kita adalah Allah yang baik dalam keadaan apapun. Hal ini bisa terlihat munculnya 5 kata “baik” dan 1 kata “kebajikan”. Apa saja bentuk kebaikan Tuhan dalam bagian ini?

Doing good according to His Word (ayat 65)
“Kebajikan telah Kau lakukan kepada hambaMu, ya Tuhan, sesuai dengan FirmanMu.” (ayat 65). Ayat ini menunjukkan bahwa kebaikan yang Tuhan lakukan bagi umatNya adalah sesuai dengan Firman/janjiNya. Ini mencakup keluarnya bangsa Israel dari Mesir setelah 400 tahun (lihat Kejadian 15:13), dan kembalinya bangsa Israel dari pembuangan di Babel setelah 70 tahun (lihat Yeremia 29:10). Puncak kebaikan Tuhan yang dilakukan sesuai dengan janjiNya, adalah mengirimkan Yesus ke dunia untuk menyelamatkan kita umatNya.

 

Doing good to correct us (ayat 66-70)
Melalui penderitaan/tantangan yang Tuhan ijinkan dalam hidup kita, Ia mau mengoreksi kita supaya hidup di dalam jalanNya. Mungkin koreksi atas kesalahan dalam hal dosa tertentu, fokus hidup yang salah, kekuatiran hidup, dll. Pemazmur berkata, “Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janjiMu.” (ayat 67). Melalui kebenaran Firman Tuhan, pemazmur yang sempat “ternodai oleh dusta” (ayat 69), ia kembali hidup mememang titah-titah Tuhan.

Doing good to deepen our understanding of Him (ayat 71-72)
“Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapanMu. Taurat yang Kau sampaikan adalah baik bagiku, lebih daripada ribuan keping emas dan perak.” Dalam ketaatan kepada Tuhan, kadang Ia tetap mengijinkan kita menghadapi tekanan/kesulitan/tantangan agar kita memahami Tuhan dan FirmanNya lebih dalam lagi sehingga kita dapat berkata bahwa “Firman Tuhan lebih berharga daripada emas dan perak yang banyak”. Apakah penderitaan/tantangan yang sedang saudara hadapi saat ini? Jadikan hal itu menjadi kesempatan bagi kita untuk mengalami Tuhan dan FirmanNya dengan nyata sehingga kita memahamiNya semakin dalam.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 18 Februari 2018.