Anugerah yang ajaib

posted in: Sermon | 0

Mazmur 114:1-8 | Pdt. Paulus Surya

Tremble at the Presence of the Lord (Listen)

114   When Israel went out from Egypt,
    the house of Jacob from a people of strange language,
  Judah became his sanctuary,
    Israel his dominion.
  The sea looked and fled;
    Jordan turned back.
  The mountains skipped like rams,
    the hills like lambs.
  What ails you, O sea, that you flee?
    O Jordan, that you turn back?
  O mountains, that you skip like rams?
    O hills, like lambs?
  Tremble, O earth, at the presence of the Lord,
    at the presence of the God of Jacob,
  who turns the rock into a pool of water,
    the flint into a spring of water.

 

Mazmur 114 pada intinya mengajarkan bahwa anugerah yang ajaib yang terjadi pada umat Israel yang Tuhan lepaskan dari perbudakan di Mesir, pada dasarnya sama dengan terjadi pada orang-orang percaya Yesus yang Tuhan lepaskan dari perbudakan dosa. Apa saja hal-hal ajaib tersebut?

 

Memberi identitas baru
“Maka Yehuda menjadi tempat kudusnya, Israel wilayah kekuasaanNya.” (ayat 2). Istilah “Yehuda” dan “Israel” di sini bukan menunjuk pada 2 kerajaan yang terpisah setelah jaman raja Salomo, tapi menunjuk kepada keseluruhan umat Israel. Mereka yang dilepaskan dari perbudakan di Mesir mendapatkan identitas baru yang ajaib, yaitu menjadi tempat tinggal TUHAN dan hidup diperintah olehNya. Setiap orang percaya memiliki identitas sebagai Bait Allah (1 Korintus 6:19-20), sekaligus menjadi umat yang diperintah oleh Allah sendiri. Kesadaran akan identitas baru ini seharusnya menjadi motivasi yang kuat untuk kita hidup memuliakan Allah.

Mengalami pemeliharaanNya yang ajaib
a. Dalam kesesakan / tantangan hidup
“Laut melihatnya lalu melarikan diri”, “sungai Yordan berbalik ke hulu”, “mengubah gunung batu menjadi kolam air dan batu yang keras menjadi mata air” (ayat 3,5,8). Istilah-istilah ini menunjuk kepada pemeliharaan TUHAN yang ajaib kepada umat Israel pada saat mereka mengalami kesesakan dan tantangan hidup. Yaitu saat mereka menyebrang laut Teberau, sungai Yordan dan mendapatkan air melalui batu karang di padang gurun.

b. Dalam menerima tuntunan Tuhan
“Gunung-gunung melompat-lompat seperti domba jantan dan bukit-bukit seperti anak domba “ (ayat 4,6). Ungkapan ini menunjuk kepada peristiwa di dalam Keluaran 19:18 di mana saat itu Tuhan memberikan hukumNya kepada bangsa Israel yang berkumpul di sekitar gunung Sinai. Saat itu gunung Sinai “ditutupi seluruhnya dengan asap, karena Tuhan turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat”. Di sini Tuhan memberikan tuntunan kepada umatNya melalui hukum-hukum FirmanNya. Pada saat ini, Tuhan juga memberi tuntunanNya kepada kita melalui FirmanNya.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 11 Februari 2018.