Bertumbuh Dalam Kasih Karunia Allah

posted in: Sermon | 0

Lukas 2:40-52 | Pdt. Erick Kartawijaya

40 And the child grew and became strong, filled with wisdom. And the favor of God was upon him.

The Boy Jesus in the Temple

41 Now his parents went to Jerusalem every year at the Feast of the Passover. 42 And when he was twelve years old, they went up according to custom. 43 And when the feast was ended, as they were returning, the boy Jesus stayed behind in Jerusalem. His parents did not know it, 44 but supposing him to be in the group they went a day's journey, but then they began to search for him among their relatives and acquaintances, 45 and when they did not find him, they returned to Jerusalem, searching for him. 46 After three days they found him in the temple, sitting among the teachers, listening to them and asking them questions. 47 And all who heard him were amazed at his understanding and his answers. 48 And when his parents saw him, they were astonished. And his mother said to him, “Son, why have you treated us so? Behold, your father and I have been searching for you in great distress.” 49 And he said to them, “Why were you looking for me? Did you not know that I must be in my Father's house?” 50 And they did not understand the saying that he spoke to them. 51 And he went down with them and came to Nazareth and was submissive to them. And his mother treasured up all these things in her heart.

52 And Jesus increased in wisdom and in stature and in favor with God and man.

 

Yesus adalah Anak Manusia yang bertumbuh dan bertambah di dalam kasih karunia Allah. Apa saja yang bisa kita pelajari atau teladani?

 

Setelah menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah (1:32,35), bahkan Kristus yaitu Tuhan/Allah yang datang melawat umatNya (2:11; 1:43,68,76); dalam perikop ini Lukas menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Manusia yang bertumbuh dan bertambah di dalam kasih karunia Allah (2:40,52). Bertumbuh dalam hal apa?
Apa saja yang bisa kita pelajari atau teladani?

1. Bertumbuh secara fisik (v.42-43)
Yesus bertumbuh menjadi remaja berumur 12 tahun (v.42). Yesus lahir sebagai bayi dan bertumbuh seperti manusia lainnya. Lukas hendak menyatakan bahwa Yesus adalah Allah sejati dan manusia sejati. Bila Yesus bukan manusia, berarti Dia tidak mati; maka kita masih tetap dalam dosa dan murka Allah tetap ada di atas kita (1Korintus 15:17). Bila Yesus bukan Allah, tak mungkin Dia tanpa dosa dan penebusanNya tak bisa sekali dan sempurna untuk selama-lamanya dan cukup untuk semua. (2Korintus 5:21;
Ibrani 10:14; 1Yoh. 2:2). Di dalam Yesus, kita menjadi anak-anak Allah. Mari kita bertumbuh dengan Firman Allah (1Petrus 2:2).

2. Bertumbuh secara intelektual (v.41-49)
Yesus diperkenalkan dengan tradisi dan belajar di Bait Allah. Di dalam kasih karunia Allah, kecerdasanNya mengagumkan (v.47) dan hikmatNya bertambah (v.52). Dia mengenal Allah sebagai BapaNya (v.49). Bahkan Yesus adalah hikmat Allah yang membenarkan dan menguduskan dan menebus kita (1Korintus 1:24,30). Mari kita bertumbuh dalam hikmat, makin mengenal Yesus dalam hari-hari kita (Efesus 4:13; Kolose 2:2-3; 3:16).

3. Bertumbuh secara sosial (v.43-51)
Selain dengan orang tuaNya, Yesus juga berinteraksi dengan sanak famili, kenalan, alim ulama dan banyak orang lainnya. Ada yang heran, ada yang iri, ada yang berpikiran lain, ada juga yang tak mengerti (seperti orangtuaNya). Karena kasihNya, Yesus ikut pulang dan tetap dalam asuhan orangtuaNya. Hasil pertumbuhan sosialNya adalah: Dia “makin dikasihi oleh Allah dan manusia”. Di dalam Yesus, kasih karunia Allah bagi kita, mari kita makin mengasihi dan dikasihi oleh Allah dan sesama. Kita yang telah diselamatkan dan dijadikan anak-anak Allah, mari kita bertumbuh dalam: Firman, hikmat Allah dan mengasihi.

Ringkasan kotbah Pdt. Erick Kartawijaya, tanggal 21 Januari 2018.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.