A Sword In The Soul

posted in: Sermon | 0

Lukas 2:34-35 | Pdt. Paulus Surya

34 And Simeon blessed them and said to Mary his mother, “Behold, this child is appointed for the fall and rising of many in Israel, and for a sign that is opposed 35 (and a sword will pierce through your own soul also), so that thoughts from many hearts may be revealed.”

 

Apa artinya “suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri”?

 

Kata “pedang” yang dipakai di sini dalam terjemahan septuaginta, menunjuk kepada pedang Goliat, yaitu pedang yang besar. Ungkapan ini menunjukkan sesuatu yang menyakitkan dalam hati, yang menyulitkan dan penuh pergumulan. Konteks di sini menunjuk kepada sesuatu yang menyakitkan sehubungan dengan kita mengikut Yesus. Kata “sendiri” lebih tepat diterjemahkan “juga”. Jadi, akan ada pedang yang menembus jiwa Yesus dan juga Maria, dan yang berlaku juga bagi semua orang percaya yang setia mengikut Yesus.

Mengapa Tuhan mengijinkan suatu pedang untuk menembus jiwa Maria dan setiap orang percaya?

Ayat 35 mencatat “supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang”. Artinya: tantangan yang dihadapi orang-orang percaya di dalam mengikut Yesus akan menjadi ujian untuk menunjukkan kemurnian imannya. Bagi Maria, bisa menunjuk pada peristiwa di Markus 3:21, 31-35 dan pada saat ia melihat Yesus disalibkan. Bagi kita orang percaya, bisa menunjuk kepada pergumulan hidup untuk menjauhi dosa-dosa tertentu atau mengubah tujuan dan cita-cita hidup kita untuk makin meninggikan Kristus.

Bagaimana kita bisa hidup berkemenangan atas ujian hidup yang berupa “pedang yang menembus jiwa”?

Yaitu hanya dengan bersandar kepada Yesus yang telah menang terhadap “pedang yang menembus jiwaNya”. Yesus memang akan mengalami “diremukkan tumitNya”, tapi Ia akan “meremukkan kepala iblis”. Yesus memang mengalami kematian, namun Ia bangkit kembali. Dalam perjanjian lama, semua korban-korban binatang yang dipersembahkan menunjuk kepada Yesus sang Anak Domba Allah. “Ia yang tidak mengenal dosa dibuatnya menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” (2 Korintus 5:21).

Kemenangan Yesus ini diperhitungkan kepada setiap kita yang percaya kepadaNya. Dengan demikian, sudah seharusnya kita juga hidup berkemenangan atas berbagai penderitaan dan tantangan hidup.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 17 Desember 2017.