Immanuel

posted in: Sermon | 0

Yesaya 7:1-4, 10-14; Matius 1:23 | Pdt. Paulus Surya

Isaiah Sent to King Ahaz (Listen)

In the days of Ahaz the son of Jotham, son of Uzziah, king of Judah, Rezin the king of Syria and Pekah the son of Remaliah the king of Israel came up to Jerusalem to wage war against it, but could not yet mount an attack against it. When the house of David was told, “Syria is in league with Ephraim,” the heart of Ahaz and the heart of his people shook as the trees of the forest shake before the wind.

And the LORD said to Isaiah, “Go out to meet Ahaz, you and Shear-jashub your son, at the end of the conduit of the upper pool on the highway to the Washer's Field. And say to him, ‘Be careful, be quiet, do not fear, and do not let your heart be faint because of these two smoldering stumps of firebrands, at the fierce anger of Rezin and Syria and the son of Remaliah.

The Sign of Immanuel (Listen)

10 Again the LORD spoke to Ahaz: 11 “Ask a sign of the LORD your God; let it be deep as Sheol or high as heaven.” 12 But Ahaz said, “I will not ask, and I will not put the LORD to the test.” 13 And he said, “Hear then, O house of David! Is it too little for you to weary men, that you weary my God also? 14 Therefore the Lord himself will give you a sign. Behold, the virgin shall conceive and bear a son, and shall call his name Immanuel.

23   “Behold, the virgin shall conceive and bear a son,
    and they shall call his name Immanuel”

(which means, God with us).

 

Nama Imanuel dalam Matius 1:23 dikenakan kepada Yesus. Namun pemakaian pertama kalinya tercatat di Yesaya 7:14, yaitu dikenakan kepada seorang anak yang lahir saat itu sebagai tanda Tuhan bagi raja Ahas, raja kerajaan Yehuda. Memahami arti sebenarnya dari Imanuel merupakan kekuatan besar bagi setiap orang percaya untuk mengatasi kekuatiran / ketakutan dalam menghadapi masalah hidup ini. Apa artinya?

The Lord is the source of help
Yesaya 7 ditulis dalam konteks kerajaan Yehuda akan diserang oleh kerajaan Israel bersama dengan kerajaan Aram. Di tengah ketakutan raja Yehuda (ayat 2), ia meminta tolong kepada kerajaan Asyur. Tuhan mengingatkan raja Ahas melalui Yesaya supaya jangan bersandar kepada manusia melainkan kepada Tuhan saja. Tuhan memberi tanda akan kepastian pertolonganNya dengan akan lahirnya seorang anak yang diberi nama Imanuel. Para penafsir mengatakan bahwa anak tersebut adalah anak Yesaya sendiri. Penggenapan pertolongan Tuhan bagi umat manusia secara sempurna digenapi dalam diri Yesus yang datang ke dalam dunia sebagai Imanuel sejati.

The Lord always takes care of us
Yesaya mengingatkan raja Ahas dengan mengatakan, “Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud!” Sebutan keluarga Daud ini untuk mengingatkan Ahas bahwa Tuhan senantiasa menyertai umatNya yang nyata melalui kehidupan Daud dan kerajaannya. Kebenaran ini juga digenapi dalam Yesus. Yesus selalu menyertai umatNya sepanjang waktu dan kerajaanNya tidak berkesudahan. Dalam situasi apapun kita umatNya dapat mengandalkan penyertaanNya.

The Lord is merciful
Pada saat Allah memberi tanda seorang anak yang dinamai Imanuel, raja Ahas tidak bertobat. Namun Ia tetap memberikan tanda itu. Demikian juga yang terjadi pada saat Yesus sang Imanuel datang ke dunia. “Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya.” (Yohanes 1:11). Di tengah keberdosaan manusia, Allah menjanjikan barangsiapa menyambut Yesus, akan “diberiNya kuasa untuk menjadi anak-anak Allah”.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 10 Desember 2017.