Bangsa Yang Kudus

posted in: Sermon | 0

1Petrus 2:9; 1:13-16

|

Pdt. Erick Kartawijaya

Called to Be Holy (Listen)

13 Therefore, preparing your minds for action, and being sober-minded, set your hope fully on the grace that will be brought to you at the revelation of Jesus Christ. 14 As obedient children, do not be conformed to the passions of your former ignorance, 15 but as he who called you is holy, you also be holy in all your conduct, 16 since it is written, “You shall be holy, for I am holy.”


Bangsa’ adalah terjemahan dari kata Ethnos (Yunani). Kata ini dipakai untuk menyatakan adanya ciri/identitas khusus dari para orang percaya yaitu KUDUS. Awalnya kata ‘kudus’ dipakai untuk menyatakan keberadaan Allah yang berbeda, unik, terpisah, tidak sama dengan ilah-ilah lain. Kemudian kata itu dikenakan juga untuk orang/benda yang dikhususkan oleh/untuk Allah. Sebagai bangsa yang kudus, maka umat Allah adalah orang yang dikuduskan, dikhususkan untuk melayani & melakukan kehendak Allah.

 

Terpisah, Allah yang Maha Kudus terpisah, tanpa toleransi terhadap yang tak kudus. Karena itu sebagai umatNya, kita telah dikuduskan oleh Kristus (1:2 Definitive Sanctification, satu kali). Kita juga dipanggil untuk hidup kudus (1:15,22 Progressive Sanctification): terus menerus meninggalkan dosa, hidup bagi Tuhan dan melakukan kehendakNya. Bagaimana kita bisa hidup kudus?

 

Siapkanlah akal budi, untuk tahu kehendak Allah serta mengenali dosa dan kuasanya, yaitu dengan pertolongan Firman Allah dan Roh Kudus. Lalu waspadalah, agar bisa memakai setiap kesempatan untuk melakukan kehendak Allah dan bisa menghindari siasat/serangan iblis.

 

Berharaplah, untuk mantapkan langkah saat menghadapi tekanan berat ataupun saat sukses/berhasil, sehingga tetap bisa hidup kudus bagi Allah. Berharaplah berdasarkan anugerah Allah dalam Yesus Kristus pada masa lalu yaitu kematian dan kebangkitanNya; juga pada masa yang akan datang yaitu pada kedatanganNya kembali nanti.

 

Taatlah, lakukanlah kehendak Allah dan jangan turuti lagi hawa nafsu seperti saat masih hidup dalam dosa. Karena di dalam Kristus, kita sudah dilahirkan kembali sebagai anak-anak Allah. Hiduplah kudus dalam seluruh aspek kehidupan kita, karena didalam berbagai pencobaan, kita akan melihat pemeliharaan Allah dan iman kita makin dimurnikan. Kita adalah umat pilihanNya, imamat yang dipanggil untuk melayaniNya, bangsa yang dikuduskanNya, dikhususkan untuk melakukan kehendakNya. Kehendak Allah dalam 1Petrus 2:9—

 

Beritakanlah perbuatanNya! Lakukanlah melalui perkataan, perbuatan dan hidup kita yang kudus.

 

Ringkasan kotbah Pdt. Erick Kartawijaya, 19 Januari 2014