Meyakinkan Orang Lain

posted in: Sermon | 0

Lukas 1:1-4 | Pdt. Erick Kartawijaya

Dedication to Theophilus (Listen)

Inasmuch as many have undertaken to compile a narrative of the things that have been accomplished among us, just as those who from the beginning were eyewitnesses and ministers of the word have delivered them to us, it seemed good to me also, having followed all things closely for some time past, to write an orderly account for you, most excellent Theophilus, that you may have certainty concerning the things you have been taught.

Tabib Lukas menulis kitab injil Lukas untuk meyakinkan Teofilus bahwa segala berita yang disampaikan dan diajarkan para saksi mata dan pelayan Firman tentang peristiwa yang telah terjadi, yaitu tentang Yesus yang telah datang, menderita dan mati, lalu bangkit dan naik ke sorga telah menggenapi Firman dan janji keselamatan Allah adalah benar (v.4).

Bagaimana, apa yang perlu kita lakukan agar kita juga dapat meyakinkan orang lain tentang injil?

1. Menerima Injil (v.1-2)

Kita sendiri perlu menerima dan yakin bahwa berita injil benar. Lukas sendiri bukan saksi mata, tapi dia bersama Teofilus menerima berita dan ajaran dari saksi mata dan pelayan Firman, dari sumber yang terpercaya (1Yohanes 1:1; Ibrani 2:3-4) dan dipimpin oleh Roh kudus (Yohanes 15:26). Demikian juga, hanya oleh Roh kudus, kita dapat melihat dan menerima injil.

2. Menyelidiki Injil dengan seksama (v.3)

Setelah menerima injil dan diselamatkan, kerap kita ingin segera membagikannya kepada orang lain. Kita diingatkan untuk juga menyelidikinya dengan seksama (Kisah Para Rasul 17:11), agar bisa memahami injil dan Firman Allah seutuhnya. Lukas menyelidiki dari asal muasalnya. Kita bisa melakukannya melalui saat teduh secara urut atau pemahaman Alkitab, baik secara pribadi maupun secara berkelompok (ikut PDPA).

3. Menyampaikan Injil dengan teratur (v.4)

Sesuai dengan amanat TUHAN, kita dipanggil menjadi saksiNya (Lukas 24:46-48; Kisah 1:8). Pelatihan EE, Trinity at night, one on one Bible Study, dan lainnya—dapat membantu kita untuk menyampaikan injil kepada orang lain, dengan baik. Lukas memutuskan untuk menyajikan dengan teratur, agar lebih mudah dipahami. Sudahkah kita juga bertekad menjadi saksiNya untuk meyakinkan orang lain, agar mereka dapat memahami dan menerima keselamatan TUHAN? Maukah kita memakai setiap kesempatan untuk menyaksikan-nya, terkhusus kepada orang-orang yang TUHAN tempatkan di sekitar kita? Kepada orang-orang yang kita kasihi, keluarga kita?

Ringkasan kotbah Pdt. Erick Kartawijaya, tanggal 8 Oktober 2017.