The Gospel Mission

posted in: Sermon | 0

Matius 28:19-30 | Pdt. Paulus Surya

19 Go therefore and make disciples of all nations, baptizing them in the name of the Father and of the Son and of the Holy Spirit, 20 teaching them to observe all that I have commanded you. And behold, I am with you always, to the end of the age.”

 

Mengapa gereja atau kita orang percaya perlu mengadakan misi penginjilan? Mengapa saudara dan saya perlu ambil bagian dalam pelayanan penginjilan? Misi penginjilan bentuknya bisa mengadakan mission trip, melakukan penginjilan secara pribadi, mengajak orang ke gereja untuk mengenal Yesus, dll.

Perintah untuk semua orang percaya
“Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu” (ayat 19). Melakukan penginjilan adalah perintah Tuhan. Bukan saran yang boleh dilakukan atau tidak dilakukan. Karena ini perintah, maka tidak mentaati berarti dosa. Perintah ini sangat penting sampai diulang 5 kali (Markus 16:15; Lukas 24:47; Yohanes 20:21; Kisah Para Rasul 1:8). Konteks Matius 28 ini memang Yesus berbicara kepada 11 rasulNya. Tapi secara prinsip, perintahNya berlaku bagi semua orang Kristen (lihat Kisah Para Rasul 8:1b, 4).

Penginjilan berarti membawa Good News
Berita Injil adalah berita baik/istimewa karena hanya melaluiNya kita bisa diselamatkan (Yohanes 14:6, Kisah Para Rasul 4:12, 1 Timotius 2:5). Setelah seseorang dijadikan murid Yesus maka mereka perlu diajarkan perintah Tuhan. Ajaran/perintah Tuhan di sini berbeda dengan semua ajaran dalam agama-agama di dunia ini. Ajaran di sini bersangkut-paut dengan diri Yesus Kristus. Brian Chapell pernah mengatakan, “Perintah moral dan koreksi pribadi yang tidak terhubung ke Kristus adalah sia-sia secara rohani walaupun menghasilkan perubahan perilaku.”

Pernyertaan Tuhan nyata kita alami saat kita mengabarkan Injil
Yesus berkata, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (ayat 20). Janji Yesus ini adalah dalam konteks perintah yang diberikan kepada murid-muridNya
agar memberitakan Injil. Mengapa ada gereja-gereja yang menjadi lemah bahkan lenyap? Biasanya karena lalai dalam mengabarkan Injil Kristus sehingga penyertaanNya tidak nyata dialami. Jadi marilah kita menanggapi secara serius perintah Tuhan Yesus untuk mengabarkan Injil ini sehingga kita dapat mengalami penyertaan Tuhan yang nyata dalam hidup ini.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 26 Februari 2017