The Lord is the source of help

posted in: Sermon | 0

2 Raja-raja 6:1-7 | Pdt. Paulus Surya

The Axe Head Recovered (Listen)

Now the sons of the prophets said to Elisha, “See, the place where we dwell under your charge is too small for us. Let us go to the Jordan and each of us get there a log, and let us make a place for us to dwell there.” And he answered, “Go.” Then one of them said, “Be pleased to go with your servants.” And he answered, “I will go.” So he went with them. And when they came to the Jordan, they cut down trees. But as one was felling a log, his axe head fell into the water, and he cried out, “Alas, my master! It was borrowed.” Then the man of God said, “Where did it fall?” When he showed him the place, he cut off a stick and threw it in there and made the iron float. And he said, “Take it up.” So he reached out his hand and took it.

 

Di setiap ujian atau pencobaan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita, Ia selalu menyediakan pertolonganNya bagi kita. Kebenaran ini dialami oleh sekelompok rombongan nabi yang dicatat di 2 Raja-raja 6:1-7 ini. Saat mereka menebang pohon untuk membangun sebuah bangunan, mata kapak mereka terlepas dan jatuh ke sungai Yordan. Hal ini merupakan masalah besar bagi mereka. Di tengah permasalahan ini, Tuhan menolong mereka melalui Elisa. Beberapa pelajaran rohani tentang Tuhan yang adalah sumber pertolongan kita adalah:

The Lord cares about our problems
Tuhan peduli dengan masalah kita meskipun masalah kecil/sepele. Kebenaran ini bisa kita lihat dari penempatan kisah ini di antara 2 peristiwa besar, yaitu panglima perang
Naaman (2 Raja 5) dan raja Aram (2 Raja 6:8 dst). Peristiwa jatuhnya mata kapak ke sungai Yordan adalah peristiwa kecil dibandingkan dengan 2 peristiwa besar tersebut di atas. Namun demikian, Tuhan peduli dan menolong mereka. Kebenaran ini ditunjukkan juga oleh Yesus yang datang ke dalam dunia menyelamatkan kita manusia berdosa.

The Lord is in control of our lives
Tuhan adalah Tuhan yang mengatur hidup kita tanpa menghilangkan kebebasan dan tanggung jawab kita sebagai manusia. Dalam God’s providence, nabi Elisa ikut dalam rombongan nabi yang menebang pohon. Orang dunia mengatakan hal ini kebetulan, tapi bagi orang percaya ini ada dalam pengaturan Tuhan. Max Lucado pernah mengatakan “God says don’t worry about your future. He is the author of your story and He’s already written the final chapter.”

The Lord helps beyond our expectations
Istilah “Wahai, Tuanku” yang dicatat di ayat 5 lebih tepat diterjemahkan “Celaka, Tuanku”. Ini merupakan seruan yang menunjukkan adanya kesulitan yang serius. Tuhan menolong mereka melalui mujizat yang dilakukan oleh Elisa. Sepotong kayu dilemparkan ke sungai membuat mata kapak muncul terapung. Tuhan mampu menolong setiap permasalahan hidup kita, bahkan seringkali dengan cara yang melampaui cara pikir kita. Masalah terbesar manusia sekalipun telah diselesaikan oleh Tuhan di atas kayu salib.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 19 Februari 2017.