Great is Thy Faithfulness

posted in: Sermon | 0

Ratapan 3:22-23 | Pdt. Paulus Surya

22   The steadfast love of the LORD never ceases;
    his mercies never come to an end;
23   they are new every morning;
    great is your faithfulness.

 

Kitab Ratapan ditulis pada saat bangsa Israel sedang mengalami persoalan berat. Kota Yerusalem diserang dan bait Allah dihancurkan, serta bangsa Israel ditawan oleh kerajaan Babel. Namun di tengah-tengah keadaan ini, Yeremia berkata, “Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmatNya; selalu baru tiap pagi, besar kesetiaanMu.” Kenyataan ini mengajarkan bahwa di tengah keadaan apapun, bahkan pada waktu kita menghadapi masalah berat, kita seharusnya tetap dapat memuji Tuhan yang penuh kasih setia dan rahmat. Mengapa?

Di tengah persoalan hidup selalu ada berkat Tuhan 
Istilah “baru setiap pagi” oleh beberapa penafsir Alkitab dihubungkan dengan roti manna yang Tuhan turunkan bagi bangsa Israel di padang gurun. Ditengah kehidupan di padang gurun, Tuhan menurunkan berkatNya yang baru setiap pagi bagi mereka. Apapun permasalahan hidup di tahun 2017 yang akan kita hadapi, ingatlah selalu bahwa akan ada berkat Tuhan didalamnya. Terlebih lagi berkat Tuhan yang selalu baru tiap pagi Ia nyatakan melalui diri Yesus Kristus yang menyertai umatNya senantiasa.

Di tengah persoalan hidup Allah memegang masa depan kita
Yeremia mengatakan, “Tuhan adalah bagianku, kata jiwaku; Sebab itu aku berharap kepadaNya.” (ayat 24). Yeremia menyadari bahwa meskipun dirinya dan bangsa Israel ada dalam persoalan berat, tetapi masa depan mereka tidaklah bergantung pada masalahnya melainkan pada Tuhan. Keyakinan seperti ini diungkapkan Yeremia juga melalui menuliskan perkataan Tuhan dalam Yeremia 29:11.

Di tengah persoalan hidup Allah selalu mengasihi kita
“Karena waktu Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setiaNya.” (ayat 32). Kasih setia Allah “tak berkesudahan” (ayat 22). Yeremia juga mengatakan dalam Yeremia 31:3, “Aku mengasihimu dengan kasih yang kekal”. Jadi dalam persoalan hidup apapun yang Tuhan ijinkan terjadi, Allah selalu mengasihi kita. Dengan demikian, semua yang terjadi adalah pasti demi kebaikan kita.

Kebenaran-kebenaran tersebut di atas seharusnya membawa kita dapat selalu memuji Tuhan di sepanjang tahun 2017 bahkan seumur hidup kita.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 1 Januari 2017.