Peace On Earth

posted in: Sermon | 0

Matius 2:13-15, Lukas 2:14 | Pdt. Paulus Surya

The Flight to Egypt (Listen)

13 Now when they had departed, behold, an angel of the Lord appeared to Joseph in a dream and said, “Rise, take the child and his mother, and flee to Egypt, and remain there until I tell you, for Herod is about to search for the child, to destroy him.” 14 And he rose and took the child and his mother by night and departed to Egypt 15 and remained there until the death of Herod. This was to fulfill what the Lord had spoken by the prophet, “Out of Egypt I called my son.”

Lukas 2:14 mencatat bahwa saat Yesus lahir ke dunia, para malaikat menyanyi dengan mengatakan bahwa kelahiran Yesus membawa “damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya.” Kenyataannya apakah manusia di bumi lebih mengalami damai sejahtera? Banyak peperangan tetap terjadi, teror terjadi di mana-mana, masalah hidup manusia tidak berkurang, dll. Jadi apa artinya kedatangan Yesus membawa damai sejahtera di bumi bagi umat percaya?

The presence of Jesus doesn’t mean we are freed from the struggles in life
Inilah realita yang dijalani oleh Yusuf dan Maria. Kehadiran Yesus dalam hidup mereka malah membuat mereka harus mengungsi ke Mesir, “karena Herodes akan mencari anak
itu dan membunuh Dia” (ayat 13). Jadi adalah salah jika kita berpikir bahwa dengan mengenal Yesus maka hidup kita pasti akan lancar dan bebas dari masalah. Kenyataan
ini membawa kita kepada kebenaran yang kedua. 

The presence of Jesus will make us experience His guidance
Meskipun Yusuf dan Maria mengalami pergumulan dengan harus mengungsi ke Mesir, tetapi Tuhan memberikan tuntunan bagi mereka. Malaikat Tuhan menjumpai Yusuf
dalam mimpi dan memberi petunjuk apa yang seharusnya mereka lakukan (ayat 13). Bagi kita orang percaya, meskipun ada di tengah pergumulan, kita akan tetap memiliki damai sejahtera seperti sungai yang mengalir karena firmanNya akan menuntun hidup kita (Yesaya 48:18).

The presence of Jesus will free us from our sin
“Hal ini terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: dari Mesir Kupanggil anakKu.” (ayat 15). Kalimat ini diambil dari Hosea 11:1 yang mencatat bahwa bangsa
Israel sebagai anak Allah dikeluarkan Allah dari Mesir. Peristiwa Israel keluar dari Mesir adalah gambaran umat Tuhan yang Ia lepaskan dari perbudakan dosa. Peristiwa
bayi Yesus keluar dari pengungsian di Mesir adalah gambaran bahwa Yesuslah yang menanggung dosa umatNya. Dalam Yesus ada kelepasan sejati dari perbudakan dosa. Kebenaran ini seharusnya membawa kita hidup dalam damai sejahtera di tengah keadaan hidup yang seperti apapun.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 11 Desember 2016.