Tuhan Ingat Dosa Israel

posted in: Sermon | 0

Hosea 7:1-16 | Pdt. Erick Kartawijaya

  when I would heal Israel,
    the iniquity of Ephraim is revealed,
    and the evil deeds of Samaria,
  for they deal falsely;
    the thief breaks in,
    and the bandits raid outside.
  But they do not consider
    that I remember all their evil.
  Now their deeds surround them;
    they are before my face.
  By their evil they make the king glad,
    and the princes by their treachery.
  They are all adulterers;
    they are like a heated oven
  whose baker ceases to stir the fire,
    from the kneading of the dough
    until it is leavened.
  On the day of our king, the princes
    became sick with the heat of wine;
    he stretched out his hand with mockers.
  For with hearts like an oven they approach their intrigue;
    all night their anger smolders;
    in the morning it blazes like a flaming fire.
  All of them are hot as an oven,
    and they devour their rulers.
  All their kings have fallen,
    and none of them calls upon me.
  Ephraim mixes himself with the peoples;
    Ephraim is a cake not turned.
  Strangers devour his strength,
    and he knows it not;
  gray hairs are sprinkled upon him,
    and he knows it not.
10   The pride of Israel testifies to his face;
    yet they do not return to the LORD their God,
    nor seek him, for all this.
11   Ephraim is like a dove,
    silly and without sense,
    calling to Egypt, going to Assyria.
12   As they go, I will spread over them my net;
    I will bring them down like birds of the heavens;
    I will discipline them according to the report made to their congregation.
13   Woe to them, for they have strayed from me!
    Destruction to them, for they have rebelled against me!
  I would redeem them,
    but they speak lies against me.
14   They do not cry to me from the heart,
    but they wail upon their beds;
  for grain and wine they gash themselves;
    they rebel against me.
15   Although I trained and strengthened their arms,
    yet they devise evil against me.
16   They return, but not upward;
    they are like a treacherous bow;
  their princes shall fall by the sword
    because of the insolence of their tongue.
  This shall be their derision in the land of Egypt.

 

Tuhan Maha kasih mau menyelamatkan Israel, tetapi Tuhan Maha adil harus menghukum dosa (7:1,13). Apa saja dosa Israel yang menghalangi Tuhan yang mau menyelamatkan mereka? Nabi Hosea mengungkapkan dosa-dosa itu melalui empat metaphor/gambaran sebagai berikut:

1. Dapur perapian yang menyala-nyala (7:1-7)

Israel berdosa parah luarbiasa, dari yang tertutup sampai yang terang-terangan; dari yang halus sampai yang kasar; dari menipu sampai merampas. Terus dilakukan tanpa perlu lagi ada sebab atau pendorongnya. Tak pernah padam, surut sebentar lalu menyala kembali. Semua berdosa termasuk pemimpin yang seharusnya menghukum, mereka ikut menyukai dosa, bersekutu dengan pencemooh Tuhan, sehingga mereka semua tewas. Kendati demikian, tak ada yang berseru mohon pertolongan Tuhan.

2. Roti yang tidak dibalik (7:8-10)

Mereka tidak lagi hidup sebagai bangsa pilihan Tuhan. Mereka mencampurkan diri dengan bangsa-bangsa lain, mengikuti cara hidup dan kebiasaan mereka. Mereka tidak tahu bahwa kekuatan mereka telah dimakan habis dan saat akhir mereka sudah dekat. Dalam kecongkakan mereka tidak berbalik dan cari Tuhan.

3. Merpati tolol (7:11-14)

Mereka melakukan sesuatu yang jelas adalah kebodohan. Mereka mengandalkan Asyur dan Mesir, bukan Tuhan. Tuhan menghajar (disiplin) mereka, karena memberontak. Kalaupun mereka mencari Tuhan, mereka hanya mau dapat berkatNya. Mereka hidup tidak peduli/mengandalkan Tuhan.

4. Busur tipu (7:15-16)

Mereka berbalik menentang dan merancang yang jahat terhadap Tuhan. Mereka kembali kepada Baal. Hal ini menjadi cemooh/olok-olok bangsa lain. Mereka tidak hidup sebagaimana panggilan dan kehendak Tuhan bagi mereka. Mereka tidak terpikir bahwa Tuhan mengingat setiap dosa, maka mereka berbuat dosa semaunya, banyak sekali (7:2). Tuhan Maha kasih mau menyelamatkan Israel, tetapi Tuhan Maha adil harus menghukum setiap dosa, apalagi yang sudah parah luarbiasa, memilih mengandalkan yang lain, bahkan merancang yang jahat terhadap Tuhan. Syukur kepada Tuhan, dalam kasihNya, Yesus datang menyelamatkan dengan mati menanggung hukuman dosa umatNya (Yesaya 53:5; 1 Petrus 2:24). Mari kita tinggalkan dosa dan berbalik mencari/mengandalkan Tuhan saja.

Ringkasan kotbah Pdt. Erick Kartawijaya, 23 Oktober 2016.