Rejoice in the Lord

posted in: Sermon | 0

Filipi 3:1-3 | Pdt. Paulus Surya

Righteousness Through Faith in Christ (Listen)

Finally, my brothers, rejoice in the Lord. To write the same things to you is no trouble to me and is safe for you.

Look out for the dogs, look out for the evildoers, look out for those who mutilate the flesh. For we are the circumcision, who worship by the Spirit of God and glory in Christ Jesus and put no confidence in the flesh—

 

Rasul Paulus memulai bagian ini dengan mengatakan, “Akhirnya saudara-saudara, bersukacitalah dalam Tuhan” (ayat 1a). Kata ‘sukacita’ disini adalah ke-9 kalinya rasul Paulus memakai disurat Filipi ini. Perintah ‘bersukacitalah’ bentuknya present tense. Dari kenyataan ini bisa disimpulkan bahwa Tuhan menghendaki orang-orang percaya untuk terus bersukacita dalam Tuhan. Bagaimana caranya?

Constantly learning God’s Word

“Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu” (ayat 1b). Menuliskan apa? Rasul Paulus tidak secara specific menyebutkannya. Bisa hal-hal yang pernah ia sampaikan tatkala dahulu berada di kota Filipi; bisa hal tentang sukacita hidup; bisa tentang musuh orang Kristen. Yang pasti rasul Paulus menyampaikan lagi kebenaran Firman Tuhan yang ia pernah sampaikan. Firman Tuhan yang berulang-ulang kita pelajari akan memberi kepastian kepada kita yang membawa kepada sukacita sejati.

Watch out against Legalism

Pada dasarnya Legalism adalah ajaran sesat yang mengajarkan bahwa seseorang bisa diselamatkan dengan menaati hukum Taurat, tanpa Yesus Kristus. Orang yang mengajarkan sedemikian disebut sebagai anjing. Suatu istilah yang menunjuk kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah (Mat 7:6; 15:21-28). Ajaran legalism adalah ajaran dari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah atau agama-agama di dunia ini. Orang yang mengajarkan hal ini juga rasul Paulus sebut sebagai ‘pekerja-pekerja yang jahat’ dan ‘penyunat-penyunat palsu.

Realize who we are as believers

“Kitalah orang-orang bersunat” (ayat 3). Yang dimaksud disini adalah sunat secara rohani. Yaitu menunjuk kepada orang-orang percaya yang menjadi ciptaan baru di dalam Yesus. Yang lama telah ditanggalkan dan menjadi manusia baru. Orang sedemikian dalam beribadah kepada Allah berdasarkan Roh Allah dan bukan pada hal-hal lahiriah. Orang sedemikian juga kebanggaannya adalah anugerah di dalam Kristus. Menyadari kenyataan rohani diri kita dalam Kristus seharusnya merupakan alasan kuat bagi kita untuk hidup dalam sukacita sejati.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 24 Juli 2016.