Glorifying God in Challenging Time

posted in: Sermon | 0

Filipi 1:12-18 | Pdt. Paulus Surya

The Advance of the Gospel (Listen)

12 I want you to know, brothers, that what has happened to me has really served to advance the gospel, 13 so that it has become known throughout the whole imperial guard and to all the rest that my imprisonment is for Christ. 14 And most of the brothers, having become confident in the Lord by my imprisonment, are much more bold to speak the word without fear.

15 Some indeed preach Christ from envy and rivalry, but others from good will. 16 The latter do it out of love, knowing that I am put here for the defense of the gospel. 17 The former proclaim Christ out of selfish ambition, not sincerely but thinking to afflict me in my imprisonment. 18 What then? Only that in every way, whether in pretense or in truth, Christ is proclaimed, and in that I rejoice.

To Live Is Christ (Listen)

Yes, and I will rejoice,

 

Bagi orang percaya, masalah dan penderitaan hidup seharusnya bisa menjadi kesempatan untuk hidup makin memuliakan Allah. Hal ini terjadi dalam kehidupan rasul Paulus. Bagian Firman Tuhan ini mencatat keadaan rasul Paulus yang sedang dipenjara di kota Roma (lihat Kisah Para Rasul 21-28). Meskipun dalam keadaan di penjara, rasul Paulus justru memakai kesempatan itu untuk makin memuliakan Allah.

Apa saja bentuk-bentuk kesempatan untuk hidup makin memuliakan Allah, yang bisa kita dapatkan melalui masalah dalam kehidupan?

The opportunity to spread the Gospel
Ayat 12-13 mencatat bahwa pemenjaraan rasul Paulus justru menyebabkan kemajuan Injil, sehingga seluruh istana di kekaisaran Romawi mendengar berita Injil. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Karena saat itu rasul Paulus dijaga 24 jam oleh pengawal khusus kaisar. Setiap 6 jam pengawal yang berjaga akan berganti. Jadi, sedikitnya 4 orang sehari dapat mendengar Injil dari rasul Paulus.

The opportunity to inspire others
Ayat 14 mencatat, “Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang Firman Allah dengan tidak takut.” Keberanian rasul Paulus untuk tetap memberitakan Injil di tengah penderitaannya ini telah menjadi kesaksian yang menginspirasi saudara-saudara seiman lainnya untuk berani juga berkata-kata tentang Injil Kristus.

The opportunity to know the priority in life
Ayat 15-18 mencatat bahwa rasul Paulus, di tengah penderitaannya, terlihat bahwa prioritas hidupnya adalah meninggikan Kristus. Ia bisa saja mempersoalkan orangorang yang mengabarkan Injil dengan maksud yang tidak benar. Tapi ia lebih fokus kepada hal yang terpenting, yaitu bahwa Kristus diberitakan. Di tengah masalah penderitaan hidup, kita akan dapat mengenali apa yang sebenarnya adalah yang terpenting dalam hidup kita. Apa yang membuat kita marah, bersukacita, atau sedih ditengah kesulitan kita? Ini menunjukkan prioritas hidup kita yang sebenarnya.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 1 Mei 2016.