Jesus is Risen!

posted in: Sermon | 0

Yohanes 20:11-18 | Pdt. Paulus Surya

Jesus Appears to Mary Magdalene (Listen)

11 But Mary stood weeping outside the tomb, and as she wept she stooped to look into the tomb. 12 And she saw two angels in white, sitting where the body of Jesus had lain, one at the head and one at the feet. 13 They said to her, “Woman, why are you weeping?” She said to them, “They have taken away my Lord, and I do not know where they have laid him.” 14 Having said this, she turned around and saw Jesus standing, but she did not know that it was Jesus. 15 Jesus said to her, “Woman, why are you weeping? Whom are you seeking?” Supposing him to be the gardener, she said to him, “Sir, if you have carried him away, tell me where you have laid him, and I will take him away.” 16 Jesus said to her, “Mary.” She turned and said to him in Aramaic, “Rabboni!” (which means Teacher). 17 Jesus said to her, “Do not cling to me, for I have not yet ascended to the Father; but go to my brothers and say to them, ‘I am ascending to my Father and your Father, to my God and your God.’” 18 Mary Magdalene went and announced to the disciples, “I have seen the Lord”—and that he had said these things to her.

 

Yesus bangkit dari kematian. Alkitab juga mencatat orang-orang yang bangkit dari kematian, antara lain anak perempuan janda di Sarfat, anak perempuan Sunem, anak Yairus, Lazarus, dll. Apa bedanya kebangkitan Yesus dengan orang-orang yang bangkit ini? Bedanya adalah Yesus bangkit dan tidak pernah mati lagi, sedangkan semua orang yang dibangkitkan itu mati lagi. Kebangkitan Yesus menjadi contoh bagi setiap orang percaya yang akan dibangkitkan pada akhir zaman. Kebangkitan Yesus juga menunjukkan Dia bukan hanya manusia, tetapi juga Allah sendiri (bandingkan dengan Yohanes 10:17-18). Melalui 3 kali perkataan Yesus kepada Maria yang tercatat dalam bagian ini, kita dapat melihat beberapa kebenaran tentang Yesus yang bangkit, yang berhubungan dengan kita orang percaya.

He cares about our sorrows

Ayat 15 mencatat Tuhan Yesus menyapa Maria dengan bertanya, “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?”. Sebenarnya sebelum Yesus bertanya kepada Maria, 2 malaikat Tuhan sudah bertanya pertanyaan yang sama. Dengan Yesus menyapa Maria, menunjukkan Ia peduli terhadap pergumulan Maria. Ia pun peduli terhadap kita umatNya. Karena Dia adalah Imanuel.

He is the answer to our problems

Ayat 16 mencatat Yesus memanggil nama Maria dan Maria langsung mengenaliNya. Dengan ini, Ia menyatakan diriNya sebagai jawaban atas masalah/pergumulan Maria. Dalam kenyataan hidup, Yesus bukan hanya jawaban bagi Maria, tetapi juga bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Pada saat kita menempatkan Yesus yang telah bangkit dari kematian di tempat yang tepat dalam hidup kita, maka kita akan menemukan jawaban bagi semua masalah hidup kita.

He wants us to be His witnesses

Ayat 17 mencatat perkataan Yesus yang ketiga kalinya kepada Maria. Ia melarang Maria untuk terus memegangiNya, dan Ia menghendaki Maria untuk pergi memberitakan kebangkitanNya kepada saudara-saudaraNya. Yesus melarang Maria untuk terus memegangiNya karena Yesus akan naik ke surga kembali kepada BapaNya. Bagi Maria, jangan terus memegangiNya karena ada tugas yang harus dilakukannya sebagai saksiNya. Panggilan untuk menjadi saksiNya bukan hanya diberikan kepada Maria tetapi juga kepada setiap orang yang percaya kepadaNya.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 27 Maret 2016.