Living in Holiness

posted in: Sermon | 0

1 Tesalonika 5:23-28 | Pdt. Paulus Surya

23 Now may the God of peace himself sanctify you completely, and may your whole spirit and soul and body be kept blameless at the coming of our Lord Jesus Christ. 24 He who calls you is faithful; he will surely do it.

25 Brothers, pray for us.

26 Greet all the brothers with a holy kiss.

27 I put you under oath before the Lord to have this letter read to all the brothers.

28 The grace of our Lord Jesus Christ be with you.

 

“Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya” (ayat 23). Kapan sebenarnya kita orang yang percaya Yesus dikuduskan oleh Allah?

Pengudusan memiliki 3 dimensi. Dimensi masa lalu yaitu berhubungan dengan status kita pada saat kita menerima Yesus (Ibrani 10:10). Dimensi masa kini yang berhubungan dengan proses pengudusan yang terus-menerus selama kita hidup (2 Korintus 7:1). Dimensi masa depan yaitu pengudusan secara sempurna yang akan kita terima saat Tuhan Yesus datang kedua kalinya.

1 Tesalonika 5:23 menekankan tentang pengudusan yang sempurna (dimensi masa depan). 1 Tesalonika 5:23-28 inti beritanya adalah: Kepastian bahwa kita yang telah ditebus Kristus pasti akan mengalami pengudusan secara sempurna, seharusnya mendorong/memotivasi kita menjalani hidup saat ini dalam kekudusan.

Apa saja bentuk-bentuk hidup kekudusan yang seharusnya ada dalam jemaat Tuhan?

Praying for one another
Ayat 25 mencatat Rasul Paulus berkata, “Saudara-saudara, doakanlah kami”. Dalam surat 1 Tesalonika, sedikitnya 2 kali Rasul Paulus berkata bahwa ia selalu berdoa bagi jemaat
Tesalonika (1:2; 3:10). Dibagian akhir suratnya ia meminta mereka juga berdoa bagi dirinya. Saling mendoakan merupakan hal yang sangat penting bagi proses pengudusan
kita.

Encouraging one another
“Sampaikan salam kami kepada semua saudara dengan cium yang kudus” (ayat 26). Cium yang kudus adalah salam yang biasa dilakukan oleh orang-orang pada jaman itu. Ini
merupakan simbol dari saudara seiman yang saling mengasihi dan saling menguatkan. Simbol ini pasti diharapkan tidak berhenti pada tindakan mencium saja, tapi dalam praktek hidup sehari-hari umat Tuhan yang seharusnya saling menguatkan.

Growing with one another
Yang dimaksud dengan saling menumbuhkan disini adalah saling menumbuhkan melalui kebenaran Firman Tuhan. Ayat 27 menyatakan, “Demi nama Tuhan aku minta dengan
sangat kepadamu supaya surat ini dibacakan kepada semua saudara.” Ini menunjukkan pentingnya Firman Tuhan untuk dipelajari bersama-sama sehingga umat Tuhan dapat
bertumbuh bersama-sama. 

Dalam melakukan hal-hal diatas, Rasul Paulus mengingatkan tentang kasih karunia Tuhan yang menyertai (ayat 28).

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 31 Januari 2016.