Hidup Berkenan Kepada Allah

posted in: Sermon | 0

1 Tesalonika 4:1-12 | Pdt. Paulus Surya

A Life Pleasing to God (Listen)

Finally, then, brothers, we ask and urge you in the Lord Jesus, that as you received from us how you ought to walk and to please God, just as you are doing, that you do so more and more. For you know what instructions we gave you through the Lord Jesus. For this is the will of God, your sanctification: that you abstain from sexual immorality; that each one of you know how to control his own body in holiness and honor, not in the passion of lust like the Gentiles who do not know God; that no one transgress and wrong his brother in this matter, because the Lord is an avenger in all these things, as we told you beforehand and solemnly warned you. For God has not called us for impurity, but in holiness. Therefore whoever disregards this, disregards not man but God, who gives his Holy Spirit to you.

Now concerning brotherly love you have no need for anyone to write to you, for you yourselves have been taught by God to love one another, 10 for that indeed is what you are doing to all the brothers throughout Macedonia. But we urge you, brothers, to do this more and more, 11 and to aspire to live quietly, and to mind your own affairs, and to work with your hands, as we instructed you, 12 so that you may walk properly before outsiders and be dependent on no one.

Seorang yang sungguh hidup dalam Yesus adalah orang yang memiliki keinginan/kerinduan untuk hidup berkenan kepada Allah. Hal ini akan makin kelihatan dalam kehidupannya.
Dalam hal apa saja kita seharusnya memiliki kerinduan untuk berkenan kepada Allah?

Sexual Holiness (4:3-8)
“Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, supaya kamu menjauhi percabulan.”
Kata ‘percabulan’ adalah dari bahasa Yunani ‘porneia’, yaitu menunjuk kepada segala macam perzinahan. Orang Kristen sejati akan memiliki kerinduan untuk hidup dalam kekudusan dgn menghormati pernikahan (4:4-5). Setiap orang percaya dipanggil untuk hidup berkenan kepada Allah dalam hal kekudusan sexual, dengan melihatnya sebagai tanggung jawab kepada Allah.

Loving Each Other (4:9-10)
“ … kami menasihati kamu saudara-saudara, supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya.”
Mengapa rasul Paulus sangat menekankan kasih persaudaraan antar saudara-saudara seiman? Karena ini merupakan ukuran cinta kita sesungguhnya kepada Allah (lihat 1 Yohanes 4:20). Di bagian lain rasul Paulus juga pernah mengatakan:
“Marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” (Galatia 6:10).

Working responsibly (4:11-12)
Jika kita membaca 2 Tesalonika 3:11, kita bisa mengetahui bahwa pada jaman itu ada Jemaat Tesalonika yang malas untuk bekerja. Oleh sebab itu rasul Paulus perlu untuk mengingatkan mereka agar bekerja dengan bertanggung jawab. Sehingga dengan demikian dapat menjadi kesaksian yang baik bagi orang-orang yang masih di luar Kristus.

Berita injil bukan hanya untuk keselamatan jiwa, tetapi juga harus mempengaruhi semua bidang kehidupan, termasuk setiap pekerjaan kita.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 25 Oktober 2015.