Tempat Untuk Yesus

posted in: Sermon | 0

Lukas 2:1-7 | Pdt. Erick Kartawijaya

The Birth of Jesus Christ (Listen)

In those days a decree went out from Caesar Augustus that all the world should be registered. This was the first registration when Quirinius was governor of Syria. And all went to be registered, each to his own town. And Joseph also went up from Galilee, from the town of Nazareth, to Judea, to the city of David, which is called Bethlehem, because he was of the house and lineage of David, to be registered with Mary, his betrothed, who was with child. And while they were there, the time came for her to give birth. And she gave birth to her firstborn son and wrapped him in swaddling cloths and laid him in a manger, because there was no place for them in the inn.

 

Dengan fakta sensus yang diperintahkan oleh kaisar Augustus, Lukas menyatakan bahwa kelahiran Yesus ada dalam catatan sejarah manusia. Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, untuk menyelamatkan manusia yang telah tidak berdaya di dalam dosa dan berada di bawah hukuman murka Allah. Kelahiran Yesus memenuhi rencana keselamatan Allah yang telah diungkapkan dalam nubuatan dan Firman sejak lama.

Maria dan Yusuf mungkin saja belum mengerti penuh, tapi yang jelas mereka bersedia dan taat untuk terlibat dalam karya Allah, meski mereka harus menanggung segala kesusahan untuk kelahiran Yesus di dunia ini sebagai harga ketaatan mereka. Semua kesusahan itu tidak ada artinya, bila dibandingkan dengan apa yang harus Tuhan Yesus tanggung (Filipi 2:6-8; Yesaya 53:3-5). Paulus, Petrus dan para rasul lain juga menanggung harga/korban untuk menghadirkan Yesus dalam kehidupan banyak orang (2 Korintus 6:4-5; Kisah 5:40-41) melalui pemberitaan Firman.

Maukah anda juga menanggung harga/korban untuk menghadirkan Yesus dalam hidup orang-orang di sekitar anda? Sudahkah anda menceritakan injil keselamatan Yesus dan mendoakan mereka untuk menerimaNya? Yusuf dan Maria telah diberitahu, maka mereka menanggapi dengan memberi tempat bagi Yesus di dalam diri (Maria hamil) dan di dalam kehidupan mereka.

Bagaimana dengan pemilik penginapan atau para tamu-nya, apakah mereka tahu siapa yang akan lahir? Apakah mereka mendengar, percaya dan peduli, bahwa Yesus Juruselamat yang akan dilahirkan Maria? Yang pasti mereka tidak memberikan tempat yang layak, sehingga Yesus harus dibaringkan di dalam palungan, tempat makan ternak.

Bagaimana dengan kita? Adakah tempat bagi Yesus di hidup kita? Sudahkah kita memberikan tempat yang layak bagi Yesus? Yesus telah datang, Yesus mengetuk dan mau masuk
dalam kehidupan kita (Wahyu 3:20). Sudahkah kita menerimaNya dan memberi Dia tempat yang layak, sebagai Tuhan dan Raja kehidupan kita? Dialah Raja Mulia yang akan datang lagi pada akhir zaman nanti. Terimalah Dia maka Dia akan mengubah anda, seperti kelahiranNya telah mengubah Betlehem kecil dan kandang hina menjadi mulia.

Ringkasan kotbah Pdt. Erick Kartawijaya, 14 Desember 2014