Orang Fasik & Orang Saleh

posted in: Sermon | 0

 2 Petrus 2:4-10 | Pdt. Paulus Surya

For if God did not spare angels when they sinned, but cast them into hell and committed them to chains of gloomy darkness to be kept until the judgment; if he did not spare the ancient world, but preserved Noah, a herald of righteousness, with seven others, when he brought a flood upon the world of the ungodly; if by turning the cities of Sodom and Gomorrah to ashes he condemned them to extinction, making them an example of what is going to happen to the ungodly; and if he rescued righteous Lot, greatly distressed by the sensual conduct of the wicked (for as that righteous man lived among them day after day, he was tormenting his righteous soul over their lawless deeds that he saw and heard); then the Lord knows how to rescue the godly from trials, and to keep the unrighteous under punishment until the day of judgment, 10 and especially those who indulge in the lust of defiling passion and despise authority.

Bold and willful, they do not tremble as they blaspheme the glorious ones,

 

Ada di antara jemaat penerima surat 2 Petrus yang mengaku percaya kepada Tuhan namun hidup tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Mereka tidak mempercayai Yesus akan datang kembali dan mereka hidup menuruti hawa nafsunya. Meskipun orang-orang seperti ini bisa hidup lancar-lancar saja, tetapi rasul Petrus menegaskan bahwa hukuman Tuhan pasti akan menimpa mereka. Hal ini pasti karena sejarah mencatat bahwa Allah dalam keadilannya menghukum malaikat yang memberontak kepadaNya, Allah menghukum orang-orang jaman Nuh dan Ia menghukum orang-orang Sodom dan Gomora (ayat 4-6). Di tengah kenyataan seperti ini, rasul Petrus juga memastikan bahwa orang-orang saleh (orang yang benar-benar percaya kepada Yesus) akan diselamatkan dari pencobaan. Dari kenyataan ini, ada beberapa pelajaran rohani yang bisa kita dapatkan:

Jangan menganggap remeh peringatan Tuhan.
Rasul Petrus memakai beberapa kata yang sangat serius di dalam bagian ini, seperti neraka, hari penghakiman, memusnahkan, membinasakan, dan disiksa pada hari penghakiman. Mari kita memakai waktu hidup kita yang berharga namun singkat ini dengan hal yang bernilai kekal, yang serius dan yang memuliakan Tuhan.

Jangan tergiur dengan kehidupan dalam dosa.
Mengapa Petrus perlu menegaskan bahwa Tuhan tega menghukum mereka yang hidup dalam kejahatan (ayat 4-6)? Karena diantara penerima surat 2 Petrus ada yang berpikir bahwa dengan berbuat dosa, hidup tetap akan aman-aman saja. Ini adalah pemikiran yang sesat dan berbahaya yang harus kita hindari.

Jangan merasa sia-sia menjalani hidup yang saleh.
Ayat 9 mencatat bahwa, “Tuhan tahu menyelamatkan orang -orang saleh dari pencobaan.” Contoh orang saleh di sini adalah Nuh dan keluarganya, Lot dan Petrus sendiri. Pada saat kita menjadi saksi Kristus dan tetap setia di tengah-tengah lingkungan yang berdosa, jangan pernah merasa sia -sia karena Tuhan tahu bagaimana memelihara orang-orang yang takut akan Dia.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 20 Juli 2014