KESEMPATAN BERBUAT BAIK
Galatia 6:1-10 |
| |
Pdt.Paulus Surya |
Galatia 6:10, mencatat: “Karena itu selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” Kata kesempatan disini memakai kata “Kairos” (bahasa Yunani). Yang berarti waktu yang bernilai di mata Tuhan yang pasti akan membawa penyesalan jika kita lewatkan. Apa saja bentuk-bentuk kesempatan berbuat baik yang dimaksud dalam Galatia 6:1-10?
Saling menolong dalam menanggung beban (ayat 1-5)
Kata beban di dalam ayat 2 menunjuk kepada beban-beban yang berat untuk dipikul sendiri. Beberapa penafsir mengatakan bahwa ini menunjuk kepada berbagai persoalan hidup yang berat. Seperti sakit penyakit, dukacita karena kehilangan orang yang dicintai, musibah, masalah ekonomi, dsb. Tetapi secara spesifik rasul Paulus dalam ayat 1 memberi contoh tentang saling menolong dalam menanggung beban, yaitu menolong saudara seiman yang jatuh dalam dosa.
Mendukung pekerjaan Tuhan melalui berkat-berkat materi yang kita punya (ayat 6-8)
Dalam ayat 6 rasul Paulus mendorong supaya orang-orang Kristen mendukung pekerjaan Tuhan (pelayan-pelayan firman) dengan berkat-berkat materi yang mereka punya. Dalam ayat 7-8, rasul Paulus memberikan prinsip hukum tabur/tuai dalam penggunaan materi. Jika kita memakai uang kita hanya untuk kepentingan kita sendiri, maka ini hanya bernilai sementara. Tetapi jika untuk mendukung pekerjaan Tuhan menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang, maka ini akan bernilai kekal.
Tidak menjadi jemu dan lemah dalam pekerjaan Tuhan (ayat 9)
Salah satu bentuk berbuat baik yang bernilai kekal adalah kita tidak menjadi bosan dan kecewa atau putus asa dalam pekerjaan Tuhan. Pada saat kita mengalami kemunduran rohani, mari kita mendekatkan diri kepada Tuhan dalam doa dan pembacaan firman Tuhan. Sekaligus mengarahkan mata rohani kita kepada upah di sorga (bandingkan dengan Yesaya 40:30-31, dan 1 Korintus 15:58).
Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, Minggu, 29 Agustus 2010
|