SAAT TAKUT, BERDOALAH
Kejadian 32:6-12 |
| |
Bpk. Erick Kartawijaya |
Rasa takut dapat melanda siapa saja, meski berbeda-beda stimulus/penyebabnya. Cara orang menghadapinya, akan membedakan orang yang percaya dengan orang yang tidak percaya kepada Allah. Bagaimana dengan Yakub?
Kabar tentang kedatangan Esau diiringi 400 orang, telah menyebabkan Yakub sangat takut dan sesak hati [v.6-7]. Dalam menghadapi ketakutan, umumnya orang melakukan ‘Fight/lawan’ atau ‘Flight/lari’. Yang Yakub lakukan ialah membagi rombongannya menjadi dua kelompok. Tampaknya Yakub sadar bahwa usaha dirinya itu sia-sia. Kelompok pertama dikorbankan, tapi kelompok keduapun takkan mampu selamat, bila sungguh diserang dan dikejar.
Dalam perjalanan hidup Yakub bersama Allah, dia telah melihat bahwa Allah selalu berkarya sebagaimana yang difirmankan/dijanjikanNya. Pengalaman itu menumbuhkan iman percaya Yakub. Maka di saat takut itu, Yakub berkata/berdoa kepada Allah, meski Yakub sempat coba mengusahakannya dulu sendiri. Memang diperlukan cukup praktek/latihan untuk dapat menjadikan doa sebagai respons pertama di saat takut melanda [1Timotius 4:7b].
Yakub berdoa, karena dia telah kenal Allah YHWH. Allah yang berjanji. Dia adalah Allah yang kekal, dari generasi ke generasi [v.9] – tak terbatas tempat dan waktu. Dia adalah Allah yang besar kasih dan setiaNya bagi orang yang tidak layak [v.10]. Dia adalah Allah yang Maha Kuasa, yang telah dan akan terus menyertai dan memberkati [v.10-12]. Karna itu janjiNya adalah pasti, tak bergantung pada siapa dan apa yang dilakukan manusia.
Rasa takut terbesar manusia seharusnya adalah terhadap maut akibat dosa. Segala usaha diri adalah sia-sia, tidak mungkin menyelamatkan. Hanya Allah yang besar kasih setiaNya, yang Maha kuasa, yang berjanji dan telah menggenapi, yang telah dan akan menyelamatkan orang berdosa dari maut kekal, di dalam Yesus Kristus.
Di saat takut, terkhusus karena dosa maut, mari kita berdoa, memohon kepada Allah didalam Yesus Kristus.
Ringkasan kotbah Bpk. Erick Kartawijaya, 22 Januari 2012
|