LUMPUH MENJADI SEMBUH
Yohanes 5:1-9a,14 |
| |
Pdt. Paulus Surya |
Setiap hal ajaib (termasuk penglihatan, nubuat, mujizat) dari Tuhan, selalu menyatakan hal rohani untuk kemuliaan Tuhan. Mujizat Tuhan Yesus menyembuhkan orang lumpuh ini disebut sebagai tanda yang menyatakan kebenaran rohani untuk kemuliaan Tuhan. Kebenaran rohani tersebut adalah: Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang sanggup mengubah kehidupan yang lumpuh menjadi sembuh (berfungsi sebagaimana seharusnya). Kebenaran ini berlaku juga bagi kita yang lumpuh secara mental dan rohani dalam kehidupan sehari-hari (kehidupan pernikahan, pelayanan, pekerjaan, pergumulan dengan dosa, dsb). Dengan cara bagaimana Tuhan Yesus mengubah kehidupan yang lumpuh menjadi sembuh?
Menimbulkan kemauan & pengharapan untuk sembuh
Ayat 6 mencatat Tuhan Yesus bertanya pada orang lumpuh itu, “Maukah engkau sembuh?” Orang lumpuh tersebut mungkin sudah hilang pengharapannya untuk sembuh (ayat 7). Mungkin juga orang lumpuh ini sudah terbiasa dengan keadaannya selama 38 tahun sehingga tidak ada kemauan lagi untuk sembuh. Bagaimana dengan kita? Apakah kita punya pengharapan dan kemauan untuk benar-benar sembuh dari “kelumpuhan” rohani kita?
Memberi perintah disertai kuasa
Ayat 8 mencatat Tuhan Yesus menyuruh orang lumpuh itu untuk bangun dan berjalan. Secara manusia ini suatu hal yang mustahil. Tetapi ini menunjukkan bahwa setiap kali Tuhan berfirman atau memberi perintah, Dia memberikanNya dengan disertai kuasa agar kita dapat melakukannya. Bagi kita kuasa Allah yang menyertai kita sudah nyata, melalui turunnya Roh Kudus.
Mengingatkan supaya menghargai hidup
Ayat 14 mencatat Tuhan Yesus berkata kepada orang lumpuh itu supaya jangan berbuat dosa lagi, karena sudah sembuh. Tuhan Yesus mengingatkan dia supaya menghargai hidup. Bagi kita yang telah diselamatkan, seharusnya kita juga menghargai hidup. Menjauhi dosa dan melakukan hal-hal yang bernilai kekal, yang memuliakan nama Tuhan.
Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, Minggu, 13 Mei 2012
|